Biaya Haji Sumatera Selatan Rp 33,5 Juta, Pastinya Tunggu Kepres

Kemenag Sumsel masih menunggu Keputusan Presiden (Kepres) mengenai biaya resmi haji untuk jemaah Embarkasi Palembang. Namun Kemenag mengimbau calon j

Biaya Haji Sumatera Selatan Rp 33,5 Juta, Pastinya Tunggu Kepres
Tribunnews.com/Dewi Agustina
Ilustrasi - Jamaah umrah sedang melakukan tawaf mengelilingi Kabah di Masjidil Haram, Mekkah.

SRIPOKU.COM ,PALEMBANG - Kementerian Agama (Kemenag) Sumsel masih menunggu Keputusan Presiden (Kepres) mengenai biaya resmi haji untuk jemaah Embarkasi Palembang. Namun Kemenag mengimbau calon jemaah haji untuk menyiapkan uang pelunasan, sehingga ketika Kepres keluar jemaah bisa langsung pembayaran.

Berita Lainnya:

Biaya Haji 2019 (ONH 2019) Diusulkan Naik,Sebesar 43 dollar AS Ini Alasan Menteri Agama

Penyelenggaraan Biaya Haji 2019, Pemerintah Usulkan Biayanya Kembali Gunakan Dolar

Diperkirakan biaya haji Embarkasih Palembang sakitar 33,5 juta, tak jauh beda dengan biaya haji tahun 2018 lalu. Namun kepastiannya masih menunggu Kepres. Angka itu merujuk dari besaran biaya haji secara nasional (pusat) yang sudah diputuskan Rp 35,23 juta. Angka pusat itu sama persis dengan biaya secara nasional tahun 2018 lalu. Dari angka itu, dimana biaya haji Sumsel 2018 sebesar Rp 33,5 juta.

Kabag Humas Kemenag Sumsel, Saefuddin Latief mengatakan setelah ditetapkan biaya tersebut, panitia daerah mendapatkan besaran biaya yang harus dikeluarkan oleh calon jemaah untuk melakukan pelunasan.

"Kami masih menunggu Kepres, tapi kami imbau jemaah sebaiknya siapkan uang pelunasan," kata dia, Rabu (13/2). Menurutnya, biasanya untuk Embarkasi Palembang di bawah dari ketentuan pusat. Sehingga bisa dijadikan acuan bagi jemaah. Tapi kepastian tersebut menunggu Kepres keluar. "Biasanya tak lama lagi keluar setelah penetapan biaya haji dilakukan," kata dia.

Pemerintah Republik Indonesia tahun ini tak menaikan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH), dimana melalui keputusan yang diambil oleh Kemenag bersama Komisi VIII DPR RI memutuskan BPIH tahun 2019 sebesar US$ 2.481 atau setara Rp 35,23 juta (kurs Rp 14.200/US$).

Biaya tahun ini kata Saefuddin, sama persis dengan tahun lalu sebesar Rp 35,23 juta, dimana untuk biaya Embarkasi Palembang lebih rendah sebesar Rp Rp 33,52 juta. Menurut dia, meski tak ada kenaikan biaya haji, namun pihaknya tetap memaksimalkan pelayanan kepada jemaah haji. Termasuk pelayanan ketika berada di tanah suci, dimana tenda di Arafah akan menggunakan AC Urinoir, di Mina akan ditambah jumlahnya. Bus shalawat akan melayani jemaah yang tinggal di luar radius 1 km dari Masjidil Haram. "Tentu pelayanan ibadah haji akan terus ditingkatkan," kata dia.

Saefuddin Latief mengatakan, setelah salinan itu mereka terima, pihaknya akan membuka jadwal pelunasan. Menurut dia, calon jemaah haji bisa melunasi di seluruh bank syariah terdekat. Sesuai jadwal yang ditentukan pihaknya. "Kita minta bank yang kita tunjuk untuk mempersiapkan porsi khusus untuk pelayanan Jemaah Haji," katanya.

Ia mengimbau kepada calon jemaah haji untuk segera melunasi biaya haji. Untuk memastikan keberangkatan tahun ini. Jika terlambat maka dianggap batal dan diganti oleh Jemaah cadangan. "Jika jadwal keluar akan langsung kita sampaikan kepada Kemenag yang ada di kabupaten kota," katanya. (axl)

===

Penulis: Yandi Triansyah
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved