KPAD Palembang Nilai Game Online Sangat Merugikan Anak, Sebabkan Kecanduan dan Pengaruhi Kepribadian

KPAD Palembang Nilai Game Online Sangat Merugikan Anak, Sebabkan Kecanduan dan Pengaruhi Kepribadian

KPAD Palembang Nilai Game Online Sangat Merugikan Anak, Sebabkan Kecanduan dan Pengaruhi Kepribadian
SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Peserta lomba elektronik sports di event Piala Presiden Esports 2019 di GOR PSCC, beberapa hari lalu. 

KPAD Palembang Nilai Game Online Sangat Merugikan Anak, Butuh Pengawasan Orang Tua

Laporan wartawan Sripoku.com, Reigan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Palembang menilai game online yang kerap dimainkan sejumlah remaja bahkan anak-anak di Indonesia khususnya kota pempek sangat merugikan dan butuh pengawasan dari orang tua.

Permainan game online dalam beberapa tahun terakhir memang mengalami perkembangan pesat.

Bahkan cabang olahraga Elektronik Sports (Esports) telah dilaksanakan hingga tingkat Piala Presiden.

"Mau diperlombakan maupun tidak, game online lebih banyak merugikan apalagi porsinya tidak diatur terlebih untuk anak-anak," ungkap KPAD Palembang, Romi kepada Sripoku.com, Senin (11/2/2019).

Menurut Romi, game online yang dijadikan cabang olahraga esports diprioritaskan mengandung unsur pendidikan dan tidak mengandung unsur kekerasan.

Porsinya haruslah diatur sehingga tidak menyebabkan kecanduan pada anak karena berbahaya bagi anak tersebut, akan mempengaruhi kepribadian anak-anak serta prilaku mereka.

"Untuk itu, harus ada warning dari peran orang tua agar diminta lebih selektif, jangan sampai mengganggu ibadah, belajar dan harus di cegah melalui
pengawasan orang tua," jelas dia.

Sementara Sekretaris Dinas Kesehatan Palembang, Alfaroby menilai dengan diperlombakan game online ini, terlebih untuk anak-anak selain akan berpengaruh pada kesehatan mata dan radiasi tubuh tentu rentan menyebabkan perubahan perilaku.

"Sebenarnya masih tahap wajar kalau tidak berlebihan, namun hobi juga bisa menggangu aktivitas lainnya dan pola pikir si anak," jelasnya.

Hal ini bisa mempengaruhi pada psikologi anak sehingga mereka pasif dengan lingkungan.

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved