Berita Pagaralam

Harga Jual Tomat di Tingkat Petani Hanya Rp 500, Petani Tomat di Pagaralam Mengeluh dan Rugi

Para petani Tomat di Pagaralam saat ini mengeluhkan harga Tomat di tingkat petani hanya Rp 500 perkilogram.

Harga Jual Tomat di Tingkat Petani Hanya Rp 500, Petani Tomat di Pagaralam Mengeluh dan Rugi
SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
Saat ini harga Tomat di Pagaralam sedang anjlok yaitu hanya Rp500 perkilogram di tingkat petani. Hal ini membuat petani merugi dan tunda masa panen. 

Laporan wartawan sripoku.com, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Setelah petani cabai yang mengeluhkan harga jual yang anjlok yaitu Rp12.000 perkilogram ditingkat petani, kini para petani tomat juga mengalami nasib yang sama.

Para petani Tomat di Pagaralam saat ini mengeluhkan harga Tomat di tingkat petani hanya Rp 500 perkilogram.

Hal ini membuat para petani mengeluh, karena dipastikan akan merugi. Jangankan mendapatkan untung dari hasil panen, untuk menutupi biaya perawatan saja tidak cukup.

Informasi yang dihimpun sripoku.com, Senin (11/2/2019) menyebutkan, sebelumnya harga Tomat di tingkat petani di Pagaralam memang sudah anjlok yaitu berkisar Rp3.000 perkilogram. Namun saat ini harganya hanya Rp500 perkilogram.

Namun harga tersebut berbeda dengan harga di pasaran yaitu Rp4.000 sampai Rp5.000 perkilogram.

Rian (38) salah satu petani Tomat mengatakan, dirinya dipastikan rugi dengan harga tomat yang sangat murah saat ini.

Dua Siswi SMA Swasta di Seberang Ulu 1 Palembang Berkelahi Rebutan Pacar Jadi Viral

Sepasang Kekasih di Banyuasin Ini Ketagihan Mencuri Motor, Uangnya Untuk Kebutuhan Sehari-hari

Slamet Budiono Kembali ke Sriwijaya FC, Direncanakan Ikut Latihan Hadapi Madura

Menurutnya, dengan harga Rp 500 perkilogram tersebut tidak akan mendapatkan untung.

"Biaya perawatan atau modal saja tidak akan kembali dek. Selain harus disemprot dengan obat anti hama tanaman tomat ini juga harus dipupuk," ujarnya.

Melihat kondisi ini sejumlah masyarakat Pagaralam ikut prihatin.

Seperti ungkapan Franky salah satu warga Pagaralam. Dirinya sangat priharin dengan kondisi tersebut. Menurutnya dengan harga tersebut petani pasti akan merugi.

"Harga Tomat Rp 500 perkilogram. Beli Rp 5.000 saya dikasih satu ember besar. Jika seperti ini jangankan untung rasa capek juga tidak bisa terbayar," katanya.

Masyarakat berharap pemerintah dapat menjaga kesetabilan harga sayur di Pagaralam agar petani sayur tidak merugi saat panen.

"Kami berharap pemerintah yang bisa mengatasi jika harga sayur sedang anjlok seperti ini. Karena jika tidak maka akan ada terus petani yang merugi," jelasnya.(one)

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved