Berita Palembang

Pasca Divisum, Cara Pembunuhan Istri Oleh Suami Sendiri di Palembang Terungkap

Setelah dilakukan visum, cara pembunuhan wanita yang ditemukan meninggal bersibah darah di Kawasan Kemang Manis Kota Palembang akhirnya terungkap.

Pasca Divisum, Cara Pembunuhan Istri Oleh Suami Sendiri di Palembang Terungkap
SRIPOKU.COM/RANGGA ERFIZAL
Tangis keluarga korban, menyambut jenazah korban Linda Fitria, Minggi (10/2). 

Keluarga juga tidak ada yang menyangka jika nasib Linda harus berakhir tragis ditangan suaminya Febrianto alias Ebit (38) yang hingga saat ini belum diketemukan usai melompat dari jembatan Kertapati.

"Ngapo nasib dio harus tragis seperti ini, kejem nian, sakit jiwa suaminya," ujar Ana (42) sepupu korban saat ditemui Sripo di rumah duka, Minggu (10/2).

Dari penuturan keluarga, Febri dan Linda sudah membina rumah rangga lebih dari belasan tahun. Keduanya dikaruniai 3 anak. Ana mengaku, jarang mendengar keduanya bertengkar, sebab Febri sepengetahuannya orang yang pendiam, kalaupun ada masalah tidak pernah diungkapkan ke keluarga dan diselesaikan berdua.

Pasangan Pengantin di Lubuklinggau Ini Terpaksa Melakukan Prosesi Akad Nikah di Ruang Tahanan

Pasangan Pengantin di Lubuklinggau Ini Terpaksa Melakukan Prosesi Akad Nikah di Ruang Tahanan

Palembang Triathlon 2019, Jauhari Johan Berhasil Kalahkan ratusan Atlet Dari 8 Negara

"Dak pernah terdengar, Febri orangya sama keluarga juga baik. Makanya kami heran kalau dia tega membunuh," jelasnya.

Malam sebelum kejadian ditemukan korban, Sabtu (9/2), keluarga besarnya, sempat berkumpul merayakan ulang tahun adik dari Linda yang kebetulan sedang pulang ke Palembang. Kegiatan malam tersebut, diisi dengan doa bersama dan potong tumpeng.

"Semalam kami nih baru makan-makan, potong Tumpeng, keluarga pada datang, Febri dan Linda juga datang. Katek Firasat sebelumnya. Kebetulan kami semalam merayakan ulang tahun adek Linda yang paling bungsu. Dia baru datang dari lampung."

"Selesai acara itu sekitar jam 21.00 WIB, anaknya yang paling tua tidur di rumah, sedangkan anaknya yang kecil-kecil dibawa balik oleh Febri. Memang Febri ini selalu jemput anaknya balik untul tidur di rumah. Kami gak ada curiga, kenapa dia bisa tega," jelas Mubinah (60) Ibu korban.

Menurut Mubinah, ketiga anak korban saat ini masih shock melihat ibunya meregang nyawa dengan tragis. Saat kejadian anak-anak dari Linda, Fajar (3) dan Fadilah (2) tengah tidur di dalam kamar sedangkan anaknya yang paling tua Nabila (15) tidur di rumah neneknya.

Kabar mengenai kematian Linda pertama kali diketahui oleh M Syarif (60) bapak dari korban. Saat pagi hari dirinya mendapat telepon dari orang bernama Deddi yang mengatakan menantunya tersebut terjun dari jembatan Ogan Kertapati, dengan menyebutkan ciri-ciri motor miliknya yakni Jupiter Hijau.

"Dari situ aku nak ngabari Linda, digedor pintunya gak dibuka, waktu saya intip sudah kaku bersimbah darah. Langsung dari situ dibawa ke RS," Ungkapnya.

Halaman
123
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved