Tarif Kargo Udara Naik, Asperindo Menjerit

Masalah penerbangan di Indonesia tidak hanya selesai terkait masalah harga tiket dan bagasi berbayar saja

Tarif Kargo Udara Naik, Asperindo Menjerit
kompas.com
Akses masuk menuju Terminal Kargo Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (27/1/2016). 

Tarif Kargo Udara Naik, Asperindo Menjerit 
SRIPOKU.COM, JAKARTA --

Masalah penerbangan di Indonesia tidak hanya selesai terkait masalah harga tiket dan bagasi berbayar saja.

Masalah baru yang yang muncul berkaitan dengan tarif jasa pengiriman kargo.

Maskapai penerbangan kini sudah menaikkan tarif kargo udara sejak beberapa waktu lalu.

Langkah ini pun menuai respon negatif, khususnya dari Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo).

Lantas apa alasan dan dasar maskapai menaikkan tarif SMU? Maskapai Garuda Indonesia (Persero) menaikkan tarif Surat Muatan Udara (SMU) sejak awal tahun ini.

"(Tarif SMU baru berlaku sejak) 1 Januari 2019," kata VP Corporate Secretary Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan lewat pesan singkatnya kepada Kompas.com, Selasa (5/2/2019).

Ikhsan mengatakan, kenaikan tarif SMU yang baru ini mencapai 50 persen dari tarif sebelumnya.

Ini diambil di tengah peningkatan biaya operasional yang harus ditanggung perusahaan.

"Di tengah peningkatan cost dan biaya operasional lainnya, Garuda memberlakukan harga kargo (tarif SMU) per kg per jam terbang saat ini sekitar Rp6.300.

Loket stand park di pintu masuk Terminal Kargo Bandara Internasional SMB II Palembang berdiri miring setelah bertahun-tahun tidak terpakai.
Loket stand park di pintu masuk Terminal Kargo Bandara Internasional SMB II Palembang berdiri miring setelah bertahun-tahun tidak terpakai. (SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ)

Atau peningkatan kurang lebih 50 persen dari harga sebelumnya," terangnya.

Halaman
123
Penulis: Salman Rasyidin
Editor: Salman Rasyidin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved