Penamaan Masjid Agung Akhirnya Disepakati dengan Nama Masjid Agung SMB I Jayo Wikramo

Penamaan Majid Agung akhirnya disepakati dengan nama Masjid Agung SMB I Jayo Wikramo dan pihak Yayasan meminta waktu satu minggu untuk membuat perubah

Penamaan Masjid Agung Akhirnya Disepakati dengan Nama Masjid Agung SMB I Jayo Wikramo
SRIPOKU.COM/Zaini
MASJID AGUNG -- Ukiran dan gaya bangunan lama yang dipertahankan Masjid Agung Palembang. 

SRIPOKU.COM , PALEMBANG - Penamaan Masjid Agung akhirnya disepakati dengan nama Masjid Agung SMB I Jayo Wikramo dan pihak Yayasan meminta waktu satu minggu untuk membuat perubahan plang nama tersebut yang Sabtu (2/2) hari ini diresmikan Gubernur Sumsel, Herman Deru.

Berita Lainnya:
Terkait Perubahan Nama Masjid Agung Palembang, Ini Jawaban Pihak Bank Mandiri
Persatuan Zuriat Palembang Somasi Pengurus dan Pihak Bank, Terkait Plang Nama Masjid Agung Palembang

Setelah acara peresmian selesai digelar baru kemudian pihak yayasan mengubah tulisan Masjid Sultan Mahmud Badaruddin menjadi Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo.

Keputusan ini dihasilkan setelah yayasan bersama zuriat Palembang mengelar pertemuan untuk mencari solusi dari polemik yang berkembang.

Rapat berlangsung alot dengan argumen dan data masing masing pihak. Meski ada perbedaan pendapat namun ada akhirnya sepakat untuk membenarkan penamaan yang sesuai dengan nilai sejarah.

Saat peresmian nanti pihak zuriat meminta disampaikan kepada hadirin dan tamu yang datang, penamaan yang benarnya walau tulisan di plang belum diperbaiki. Menjelang peresmian, puluhan unit tenda warna hijau sudah terpasang di halaman masjid Agung Palembang.

Plang dan nama prasasti sudah dibungkus untuk diresmikan oleh Gubernur Sumsel Herman Deru. "Kami setuju penamaan Masjid Agung yang sebelumnya kami tulis Masjid SMB menjadi Masjid Agung SMB I Jayo Wikramo. Tapi kami meminta tetap diresmikan karena undangan sudah tersebar. Setelah acara peresmian nanti kami dari yayasan akan memperbaikinya," kata Ketua Yayasan Masjid Agung Palembang Syarnubi didampingi oleh Sekretaris Rachtman Z dan Ketua Pengawas Mukti Sulaiman.

Selain itu, setelah peresmian juga direncanakan untuk melaksanakan seminar membahas penamaan yang sesuai dengan fakta dan nilai sejarah. "Setelah ini juga kita akan gelar seminar membahas khusus masjid Agung ini," kata dia.

Menurut dia, awal pembuatan plang dan nama masjid karena Masjid Agung sendiri sering didatangi oleh wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Karena kebiasaan wisatawan ini berfoto di halaman dan masjid namun tak menunjukan lokasi wisatawan tersebut berada di masjid mana.

Untuk menunjukkan identitas masjid Agung maka pihaknya berinisiatif untuk membuat plang penamaan masjid. "Plang masjid ini untuk memberitahukan bahwa berada di Masjid Agung," kata dia. Menurut dia, persolan ini hanya soal komunikasi saja, andai komunikasi kemarin cepat dilakukan mungkin tak akan sejauh ini persolan mengenai penamaan dan pemberian nama plang.

Ketua Zuriat Palembang, Iskandar Sulaiman, menyambut baik pihak yayasan yang mau mendengarkan masukan pihaknya terkait plang penamaan masjid. Menurut dia, pihaknya tak bermaksud apa apa, tujuannya cuma untuk meluruskan nilai-nilai sejarah.

"Kami setuju penamaan masjid semula Masjid SMB menjadi Masjid Agung SMB I Jayo Wikramo," kata dia.

Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Sumsel, Farida mengatakan, penambahan angka I rowawi sangat berarti untuk warisan sejarah. Bahwa masjid yang sekarang menjadi ikon Kota Palembang ini didirikan oleh SMB I yang sebelum diangkat Sultan bernama Jayo Wikramo. (axl)

====

Tonton Video Terbaru di Youtube SripokuTV!
Dont Forget Like, Comment, Subscribe and Share!
Penulis: Yandi Triansyah
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved