Salam Sedulur Bumi Sriwijaya Dalam Membingkai Ukhuwah Islamiah

Sekitar 2017, saya sempat berkunjung ke Makorem 044 Garuda Gapo, kala itu Danremnya adalah Kolonel (sekarang Brigjen) Kunto Arief Wibowo.

Salam Sedulur Bumi Sriwijaya Dalam Membingkai Ukhuwah Islamiah
ist
Kol. Arh. Sonny Septiono

Salam Sedulur Bumi Sriwijaya Dalam Membingkai Ukhuwah Islamiah
Oleh : Kol. Arh. Sonny Septiono
Komandan Korem 044 Garuda Dempo)
Dulu, sekitar 2017, saya sempat berkunjung ke Makorem 044 Garuda Dempo (Gapo), kala itu Danremnya adalah Kolonel (sekarang Brigjen) Kunto Arief Wibowo.

Kami ngobrol santai, tanpa beban, maklum saya dan Brigjen Kunto satu angkatan di TNI.

Sekarang, tiga tahun kemudian saya kembali ke markas tersebut, bukan lagi sebagai tamu, tapi orang yang didapuk melanjutkan pekerjaan Danrem sebelumnya.

Tepatnya, 26 Januari lalu saya ditugasi memimpin Korem Gapo. Sebuah tugas menantang, mengingat saya baru pertama kali dinas di Bumi Sriwijaya ini.

Nama besar Sriwijaya adalah tanggung jawab pertama yang harus saya junjung.

Ini bukan sembarangan nama, karena disitu melekat makna historis, religius, identitas, kebanggaan, dan bahkan jati diri kenusantaraan.

Sriwijaya di mata awam saya adalah sebuah spirit besar yang terbangun oleh keyakinan yang kuat terhadap kemampuan, kemandirian dan kedigjayaan.

Kiranya tak ada yang tak pernah mendengar nama besar kerajaan Sriwijaya di masa silam, yang kemudian menjadi ilham pembentukan kawasan nusantara.

Pada Sriwijaya juga melekat simbol-simbol militer yang handal, kuat, tangguh, dan memiliki basis pada rakyat yang dinaunginya.

Tak heran nama ini sangat ditakuti kala itu, dan memberikan pengaruh kuat ke berbagai daerah. Nama besar itu pulalah yang sekarang harus saya bawa di bawah panji Kodam II Sriwijaya.

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved