Yu Sheng, Tradisi Imlek ini Bukan Tradisi Peranakan Tionghoa-Indonesia

Sebuah piring besar berisi potongan kol, timun, wortel, lobak, manisan jeruk, dan potoongan daging ikan mentah ditaruh di tengah meja bundar. Di depan

Yu Sheng, Tradisi Imlek ini Bukan Tradisi Peranakan Tionghoa-Indonesia
istimewa/net
Tradisi Makan Malam Bersama saat Imlek. 

SRIPOKU.COM , JAKARTA - Sebuah piring besar berisi potongan kol, timun, wortel, lobak, manisan jeruk, dan potoongan daging ikan mentah ditaruh di tengah meja bundar. Di depan meja setiap anggota keluarga berdiri. Mereka siap memegang sumpit masing-masing. Ada yang bertugas menuang saus plum, minyak wijen, dan jeruk lemon untuk awalan.

Berita Lainnya:
MEMBAWA KEBERUNTUNGAN, 6 Makanan Ini Harus Ada Saat Perayaan Imlek
Imlek 2019 -- Ini Waktunya Shio Naga Mengejar Impian di Tahun Babi Tanah, Ayo Bergegas!

Selesai menuangkan saus, minyak wijen, dan memeras lemon lantas doa diucapkan bersama dengan lantang, "Da ji da li dan Nian nian you yu!" yang merupakan harapan akan ketentraman, kebersamaan, dan keberutungan sepanjang tahun.

Semua anggota keluarga melempat sayuran di piring tinggi tinggi dengan sumpit ke atas. Sebuah kepercayaan berkembang, semakin tinggi sayuran yang dilempar makan semakin tinggi pula kesempatan harapan terkabul. Tumpah ruah sayuran di piring seiring dengan tawa hangat memulai makan bersama Imlek.

Tradisi inilah yang disebut yu sheng, lazimnya dilaksanakan ketika Imlek. Tidak hanya bersama keluarga, tidak harus warga Tionghoa. Yu sheng populer di Indonesia sekitar lima tahun belakangan. Sebab sejatinya yu sheng bukan tradisi peranakan Tionghoa-Indonesia.

Sejarah Yu Sheng
Tradisi Yu Sheng berasal dari Singapura, tepatnya di kalangan pendatang dari Kanton. Ikan dipilih sebab dari bunyi 'yu' yang artinya 'ikan' dalam bahasa Kanton sama bunyi dengan 'rezeki'. Kemudian 'lo hei' disingkat 'hei' yang artinya 'lemparkan' punya bunyi yang sama dengan 'bahagia'

Uniknya kalau menilik budaya makan orang Kanton, hampir tidak ada santapan ikan mentah. Namun catatan orang kanton menyantap ikan mentah ditemukan dari catatan kuno pelajar Liu Su dari zaman Dinasti Sui (581-618) dan Dinasti Tang (618-907).

Tradisi Ye Shang di Hotel Santika Premiere Kota Harapan Indah ? Bekasi. ARSIP HOTEL SANTIKA PREMIERE KOTA HARAPAN INDAH BEKASI Tradisi Ye Shang di Hotel Santika Premiere Kota Harapan Indah ? Bekasi.

Lantas pendatang dari Kanton yang tinggal di Singapura punya kesempatan yang berbeda, hidup di pulau dengan ikan yang melimpah. Inilah yang diduga kuat mengapa tradisi yu sheng pada akhirnya lebih populer di Singapura dibanding di tanah asalnya.

Apalagi, berdasarkan National Library Board Singapore, tradisi yu sheng semakin populer ketika empat orang koki Singapura berdarah Kanton, Tham Yew Kai, Sin Leong, Lau Yoke Pui dan Hooi Kok Wai meracik saus plum untuk dituang di atas sayuran dan daging.

Halaman
12
Editor: Bejoroy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved