Berita Palembang

Persatuan Zuriat Palembang Somasi Pengurus dan Pihak Bank, Terkait Plang Nama Masjid Agung Palembang

Aliansi Masyarakat Zuriat Palembang Darussalam menyampaikan keberatan atas pemberian nama Masjid Agung menjadi Masjid Sultan Mahmud Badaruddin

Persatuan Zuriat Palembang Somasi Pengurus dan Pihak Bank, Terkait Plang Nama Masjid Agung Palembang
SRIPOKU.COM/YANDI TRIANSYAH
Persatuan Zuriat Palembang mendatangi pihak Bank Mandiri terkait pengerjaan plang bangunan Masjid Agung, Selasa (29/1/2019) 

Laporan wartawansripoku.com Yandi Triansyah

SRIPOKU. COM,  PALEMBANG - Persatuan Zuriat Palembang bersama-sama berbagai unsur yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Zuriat Palembang Darussalam menyampaikan keberatan atas pemberian nama Masjid Agung menjadi Masjid Sultan Mahmud Badaruddin.

Secara resmi pihak zuriat Palembang melakukan somasi kepada pihak terkait atas penamaan masjid tersebut. 

Ketua Persatuan Zuriat Palembang Iskandar Sulaiman,  mengaku keberatan dengan rencana pemberian nama Masjid Agung Palembang. 

Plang penamaan Masjid Agung Palembang yang bakal diresmikan dalam waktu dekat,  Selasa (29/1/2019)
Plang penamaan Masjid Agung Palembang yang bakal diresmikan dalam waktu dekat, Selasa (29/1/2019) (SRIPOKU.COM/YANDI TRIANSYAH)

Perubahan Nama Masjid Agung Palembang Jadi Polemik, Begini Komentar Pengurus Masjid dan Sejarahwan

Catat 395 Kasus DBD dan Tiga Orang Meninggal Dunia, Dinkes Sumsel Belum Tetapkan Status KLB

Pihak Perusahaan Berada di Lampung, DPRD OI Janji Gaji 12 Pekerja Cinta Manis Dibayar Perusahaan

Menurut dia,  dalam sejarahnya, Masjid Agung Palembang yang awalnya dinakaman Masjid Sultan didirikan atau dibangun oleh Sultan Palembang Darussalam, yang Mulia Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo atau lazim disingkat dengan SMB I atau dibaca SMB ke-1, dimulai pada tahun 1738 M dan diresmikan pada tahun 26 Mei 1748 M.

"Kami menengarai bahwa proses pendirian dan keputusan pengubahan nama Masjid Agung Palembang tidak pada prosedur yang tepat dan matang sehingga menimbulkan kekeliruan yang fatal, " kata dia,  Selasa (29/1/2019) saat dihubungi.

Iskandar mengatakan, sebagai zuriat Palembang Darussalam yang bertanggung jawab atas Warisan Budaya baik fisik maupun non fisik dari Kesultanan Palembang Darussalam, pihaknya memiliki hak untuk bertanya kepada pihak terkait,  khususnya Bank Mandiri yang telah mendanai pembuatan Plang Nama Masjid Agung tersebut.

Wisata Sejarah ke Monpera Palembang, Tambah Pengetahuan dan Bisa Foto Sejajar dengan Jembatan Ampera

Cerita Kapolsek Saat Patroli Bertemu Petani Jadi Guru Ngaji Sukarela, Lalu Hal Ini yang Dilakukannya

Ombudsman Panggil Dishub Palembang, Diduga Maladministrasi Terkait Larangan Parkir Jalan Sudirman

"Kami akan menyepakati perubahan nama tersebut jika dicantumkan lebih tegas “Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I”. Sebab, Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo (SMB I) harus dimunculkan dan ditegaskan sebagai bentuk penghargaan yang membangun dari awal masjid tersebut, " kata dia.

Sedangkan Sultan Mahmud Badaruddin II telah diabadikan dan mendapatkan porsinya pada nama Bandara, Museum, Nama Jalan,  dan Mata Uang Rp. 10.000,-.

Alternatif lain dapat dibicarakan lebih lanjut dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dengan tetap pada prinsip yang tidak menyalahi atau melecehkan sejarah dan budaya Palembang Darussalam.

Ombudsman Panggil Dishub Palembang, Diduga Maladministrasi Terkait Larangan Parkir Jalan Sudirman

Gelandang Asli Wong Gandus Ini Buktikan Tetap Setia Berseragam Sriwijaya FC

Kiper Ini Komitmen Tetap Setia Menjaga Gawang Sriwijaya FC, Tenyata Ini Alasannya untuk Bertahan

"Berdasarkan  hal tersebut di atas, maka kami mohon agar Gubernur Sumatera Selatan dapat membatalkan atau setidaknya menunda waktu peresmian Plang Nama tersebut yang direncanakan pada tanggal 2 Februari 2019,  sebelum ada kesepakatan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders). 

Selanjutnya, kami mohon pihak Yayasan Masjid Agung dan Bank Mandiri dapat memberikan  tanggapan dalam waktu 2 x 24 jam, dan apabila tidak ada tanggapan  dalam batas waktu tersebut, dengan sangat terpaksa kami akan melakukan upaya-upaya aksi dan termasuk upaya hukum demi kebenaran sejarah, " kata dia. 

===

Tonton Video Terbaru di Youtube SripokuTV!
Dont Forget Like, Comment, Subscribe and Share!
Penulis: Yandi Triansyah
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved