Bingkai Keberagaman

Merajut Ukhuwah Dalam Bingkai Keberagaman

Masalah yang kerapkali mucul dalam sebuah masyarakat heterogen antara lain adalah konflik kepentingan.

Merajut Ukhuwah Dalam Bingkai Keberagaman
ist
H. John Supriyanto, MA

Merajut Ukhuwah Dalam Bingkai Keberagaman
Oleh : H. John Supriyanto, MA
Penulis adalah dosen Ilmu Al Qur'an dan Tafsir UIN Raden Fatah dan Sekolah Tinggi Ilmu Al Qur'an Al-Lathifiyyah Palembang

Masalah yang kerapkali mucul dalam sebuah masyarakat heterogen antara lain adalah konflik kepentingan.

Ketika satu kelompok berbenturan kepengtingannya dengan kelompok lain, maka tidak sedikit kasusnya yang berujung pada saling menyalahkan, saling menghujat dan saling klaim kebenaran.

Dalam konteks keragaman agama dan aliran keagamaan, tidak jarang vonis "kafir", "murtad", "bid'ah", "sesat" dan label-label negatif lain-nya disematkan dengan mudah pada pihak yang berseberangan.

Keandaan ini membuat miris dan ironi tentu.

Jalin ukhuwah dengan sesama dengan gowes ahad sehat
Jalin ukhuwah dengan sesama dengan gowes ahad sehat (Sripoku.com / Rahmad Zilhakim)

Apalagi ketika disadari bahwa di antara misi Islam --bahkan semua agama, adalah mempersatukan, bukan mencerai-beraikan.

Dikisahkan, suatu ketika setelah usai sebuah perang melawan Romawi di masa Nabi Muhammad SAW, tiba-tiba seorang musuh menyelinap masuk ke camp tentara muslim.

Panglima perang umat Islam kala itu adalah seorang pemuda yang usianya belum genap 20 tahun, Usamah ibn Zaid ibn Haritsah.

Ia memergoki dan mengejar sang penyusup itu hingga terjebak di antara tebing dan jurang.

Dipastikan dia tidak bisa lolos dari kejaran Usamah.

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved