Berita Palembang

Setahun Buron, Pria Pembunuh Istri di Palembang Ini Berhasil Ditangkap Petugas

Setahun buron, Ratno Apriyadi (35) warga Dusun 1 Desa Payakabuh, indralaya utara kabupaten Ogan Ilir dibekuk jajaran Reskrim Polresta Palembang

Setahun Buron, Pria Pembunuh Istri di Palembang Ini Berhasil Ditangkap Petugas
SRIPOKU.COM/RANGGA ERFIZAL
Pelaku Ratno Apriyadi (35) ditangkap usai membunuh istrinya setahun lalu, Rabu (23/1). 

Laporan wartawan Sripoku.com Rangga Erfizal

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Setahun buron, Ratno Apriyadi (35) warga Dusun 1 Desa Payakabuh, indralaya utara kabupaten Ogan Ilir dibekuk jajaran Reskrim Polresta Palembang beserta Polsek Ilir Barat 1.

Pasalnya Ratno menjadi buronan selama setahun usai membunuh istrinya Cinta Amelia (37) disebuah hotel dibilangan Cinde Palembang pada 18 Januari 2018.

"Saya secara sadar membunuh istri saya karena cemburu dia selingkuh. Rumah tangga kami sering cek-cok gara-gara istri saya selingkuh," ungkap Ratno menunduk menyesal,Rabu (23/1).

Dari hasil pernikahannya bersama Cinta, dirinya dikaruniai 2 anak.

Di Muaraenim Kakak Beradik Keroyok Kakak Ipar Hanya Karena Masalah Sepele Ini

Kunjung Kerja ke Kabupaten Empatlawang, DPRD Sumsel Serap Aspirasi dan Dukung Pembangunan

Yohanis Nabar Siap Bergabung dengan Sriwijaya FC Mengarungi Piala Indonesia

Meski begitu tidak menyurutkan niat Retno menghabisi nyawa istrinya.

Pembunuhan berencana tersebut sudah disiapkan oleh dirinya.

Dengan menyiapkan obeng beserta memesan kamar hotel, Ratno mengajak sang istri untuk menginap di sana.

"Di dalam kamar itu terjadi cek-cok hebat. Saya kesal lalu menusuk leher, wajah, dan badan hingga korban tidak berdaya," jelas buruh serabutan tersebut.

Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono didampingi Kapolsek IB 1, Kompol Masnoni mengatakan penangkapan bermula dari penemuan mayat di hotel bilangan Cinde Januari 2018.

Shuttle Bus Fasilitas Dishub Kota Palembang untuk Warga Masih Sepi Peminat, Warga Pilih Jalan Kaki

Warga Keluhkan Pendistribusian PDAM Tirta Betuah, Mengalir 2 Pekan Sekali

Sobat Polri dan TNI di Palembang Sambangi Korban Bencana Tsunami di Lampung

Menurut Wahyu, pelaku selama pencarian selalu berpindah-pindah tempat, untuk menghilangkan jejak.

"Lokasi penangkapan di wilayah OI. Tersangka dikenakan Pasal 340 KUHP dengan ancaman pidana hukuman mati."

"Pelaku tidak memiliki pekerjaan tetap. Alasan ekonomi dan perselingkuhan mengakibatkan dirinya nekat menghabisi nyawa istrinya," jelasnya.

Pengungkapan kasus ini berdasarkan petunjuk dari TKP dan alat bukti dengan melacak keberadaan pelaku.

"Setelah setahun buron pelaku berhasil ditangkap, alat bukti utama berupa obeng dibuang pelaku di sungai Musi," tutupnya

Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved