Berita Palembang

Restorasi Sungai Sekanak, Warga Keluhkan Dana Perbaikan Dari Pemerintah Terlalu Kecil

Pemerintah Kota Palembang Mulai hari ini Rabu, (23/1/2019) merestorasi sungai Sekanak - Sungai Lambidaro dengan melakukan pembebasan lahan

Restorasi Sungai Sekanak, Warga Keluhkan Dana Perbaikan Dari Pemerintah Terlalu Kecil
SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Warga membongkar rumahnya yang berada dilokasi pembebasan lahan di Sungai Sekanak Kecamatan 28 ilir, Rabu 

Laporan wartawan Sripoku.com, Reigan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Pemerintah Kota Palembang Mulai hari ini Rabu, (23/1/2019) merestorasi sungai Sekanak - Sungai Lambidaro dengan melakukan pembebasan lahan yang berada di sisi kiri dan kanan sungai sejauh 7 meter.

Dalam melalukan pembebasan lahan ini, pemerintah kota Palembang sudah melakukan pemberitahuan kepada warga yang tinggal dipingir sungai bahwa pada tahun 1982-1983 pemerintah sudah membeli tanah yang ada di sekitar sungai.

"Tanah ini milik pemerintah, warga sudah setuju karena ada sosialisasi sebelumnya, Warga di Kelurahan 28 ilir sudah menumpang sekitar 30 tahun," ujar Ketua RT 1 kelurahan 28 Ilir Palembang, Sopan Arbain.

Namun demikian, meski sudah ada sosialisasi terkait pembebasan lahan ini masih menyisakan keluhan dari beberapa warga yang terkena dampak penggusuran.

Kunjungan IPDMIP ke SMKPP Negeri Sembawa Untuk Irigasi yang Lebih Baik

Pasarkan Drone Curian di Medsos, 3 Bersaudara Pelaku Pembobolan Rumah di Palembang Berhasil Dibekuk

Waspada Deman Berdarah, Bayi di OKI Meninggal Setelah Dirawat 48 Jam & Terlambat Dirujuk ke RS

Salah satu warga yang ada dibibir sungai 28 Ilir, Nyayu Sopia mengatakan, akibat pembongkaran ini rumahnya menjadi semakin sempit dan dana yang diberikan oleh pemerintah terlalu kecil untuk melakukan perbaikan.

"Saya sedih, rumah saya hanya tersisa 3 meter jika dibongkar gimana mau memperbaiki, kami tahu ini milik pemerintah tapi kami minta tolong ada kebijakan, seperti bantuan dana lagi," jelas dia dikonfirmasi Sripoku.com, Rabu (24/1/2019).

Sementara, Kepala Dinas PUPR A Bastari Yusak dijumpai di lokasi pembongkaran mengatakan, untuk masalah warga, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan lurah dan camat setempat untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat.

KPU Palembang Prediksi Bakal Ada 61 Saksi Setiap TPS. Ini yang Harus Disiapkan

Diskusi Bersama Polres Banyuasin, Puluhan Siswa SMK PP Negeri Sembawa Ikuti Sosialisasi Pemilu Damai

Diskusi Bersama Polres Banyuasin, Puluhan Siswa SMK PP Negeri Sembawa Ikuti Sosialisasi Pemilu Damai

"Masalah warga yang terkena dampak pembongkaran, kami serahkan kepada pemerintah setempat untuk melakukan pendekatan," ungkap Bastari.

Ia mengatakan, pembebasan lahan ini ada di 4 Kelurahan, sedangkan untuk Kecamatan Ilir Barat II ada sekitar 19 rumah yang dibongkar dan 5 rumah belum diganti rugi.

"Kami akan bantu membongkar jika tidak bisa, makin cepat sadar masyarakat makin baik dan untuk yang belum diganti rugi akan kami ganti," ujarnya.

Ditambahkan Bastari, restorasi sungai yang menghabiskan dana sekitar 254 Milyar ini, selain bertujuan untuk mempercantik wilayah pinggiran sungai, tapi juga dikembalikan fungsinya sebagaimana mestinya di kota Palembang.

"Kita akan melakukan restorasi sungai Sekanak-Sungai Lambidaro sepanjang 10,9 KM, tujuannya untuk pedestrian, pembangunan taman, lampu, Normalisasi sungai dan sebagai sarana pengendalian banjir, pariwisata serta olahraga air," jelasnya.

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved