Herman Deru Dapat Hadiah Jam Anti Ngantuk dari Siswi SMAN 2 Banyuasin

Herman Deru Dapat Hadiah Jam Anti Ngantuk dari Siswi SMAN 2 Banyuasin. Menurut saya ini bukan anti ngantuk, tapi anti kopi

Herman Deru Dapat Hadiah Jam Anti Ngantuk dari Siswi SMAN 2 Banyuasin
Dok. Humas Pemprov Sumsel
Gubernur Sumsel H Herman Deru dapat hadiah jam anti ngantuk dari seorang siswi saat menghadiri Dies Natalis SMA Plus Negeri 2 Banyuasin yang ke-15, Rabu (23/1/2019) pagi. 

Herman Deru Dapat Hadiah Jam Anti Ngantuk dari Siswi SMAN 2 Banyuasin

BANYUASIN - Di sela agenda kerjanya yang sangat padat, Gubernur Sumsel H Herman Deru beserta rombongan menyempatkan diri menghadiri Dies Natalis SMA Plus Negeri 2 Banyuasin yang ke-15, Rabu (23/1/2019) pagi.

Pada kesempatan itu orang nomor satu di Sumsel tersebut memastikan di bawah kepemimpinannya perhatian pada sekolah-sekolah dan dunia pendidikan di Sumsel tidak akan pernah dibedakan tapi sejajar satu dengan lainnya.

Saking senangnya atas kehadirannya ke sekolah favorit di Banyuasin itu, gubernur juga dihadiahi jam unik anti ngantuk.

Gubernur Sumsel H Herman Deru beserta rombongan  menghadiri Dies Natalis SMA Plus Negeri 2 Banyuasin yang ke-15, Rabu (23/1/2019) pagi.
Gubernur Sumsel H Herman Deru beserta rombongan menghadiri Dies Natalis SMA Plus Negeri 2 Banyuasin yang ke-15, Rabu (23/1/2019) pagi. (Dok. Humas Pemprov Sumsel)

Jam ini merupakan hasil karya pelajar SMA Plus Negeri 2 Banyuasin yang berhasil menjawarai kompetisi industrial research competition tingkat nasional yang digelar oleh Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta.

Dikatakan Herman Deru, di antara sekitar 430 SMA yang ada di Sumsel ia punya alasan mendasar mendatangi SMAN Plus Negeri 2 Banyuasin.

Hal ini karena ia tak ingin ada pembedaan pendidikan baik di perkotaan maupun sekolah-sekolah di pelosok daerah.

Baginya putra-putri yang menjadi siswa di sekolah manapun semuanya adalah putra-putri terbaik dan calon pemimpin bangsa.

"Dengan tegas saya katakan, di Sumsel semua pendidikan dan sekolah harus sama. Tidak boleh ada perbedaan. Itu juga yang menjadi alasan saya datang ke sekolah ini walaupun jadwal saya padat," tegasnya.

Lebih jauh dikatakannya bangsa Indonesia adalah milik para generasi muda.

Halaman
1234
Editor: Sudarwan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved