Pernah Dihancurkan Belanda, Ternyata Ini Sejarah Berdirinya Masjid Agung Palembang Banyak Tak Tahu
Jadi Salah Satu Ikon Kota, Begini Sejarah Berdirinya Masjid Agung Palembang, Belum Banyak Diketahui
Penulis: Shafira Rianiesti Noor | Editor: Candra Okta Della
Jadi Salah Satu Ikon Kota, Begini Sejarah Berdirinya Masjid Agung Palembang, Belum Banyak Diketahui
SRIPOKU.COM - Di setiap kota tentu terdapat ikon yang menjadi ciri khas kota tersebut.
Termasuk pula di Kota Palembang.
Beberapa bangunan di Kota Palembang diketahui merupakan ikon yang menjadi ciri khas kota yang kerap dijuluki Kota Pempek itu.
Salah satunya ialah Masjid Agung Palembang.
Cikal bakal dan motivasi pembangunan Masjid Agung Palembang sendiri bermula saat Masjid yang didirikan Ki Gedeh Ing Suro (Sultan Palembang) terbakar.
Kabarnya Masjid ini dihancurkan oleh Mayor Van der Laen saat perang Palembang melawan Belanda pada tahun 1659.
Saat itu, lokasi Masjid ini berada di Keraton Kuto Gawang. Kalau sekarang berada di Kompleks PT. Pusri.
Peletakan batu pertama pada pembangunan Masjid Agung pada 1 Jumadil Akhir 1151 H (1738 M).

Sedangkan peresmian pemakaiannya sendiri pada hari Senin tanggal 1 Jumadil Awal 1161 H atau bertepatan dengan tanggal 20 Mei 1748 M.
Masjid Agung didirikan di samping Keraton Tengkuruk yang dikenal juga sebagai Kuto Kecik (sekarang gedung Museum Sultan Mahmud Badarudin II) serta bergaya arsitektur Eropa.
Menurut penelitian sejarawan Djohan Hanafiah, awalnya masjid ini berbentuk bujursangkar.
Namun diketahui pula bahwa bentuk bangunan masjid ini persegi panjang.
Hal ini dapat diketahui dari sketsa lukisan pada tahun 1821.

Pembangunan Masjid Agung ini langsung di arsitekturkan sendiri oleh Sultan Mahmud Badarudin I (SMB I).