Tak Boleh Lagi Sampai Pagi, Pesta Malam Dibatasi Usai Sumbangsih

Kelurahan Muara Lakitan Kecamatan Muara Lakitan mulai diberlakukan pembatasan waktu pesta malam. Jika selama ini pesta malam terkadang bisa

SRIPOKU.COM , MUSIRAWAS - Kelurahan Muara Lakitan Kecamatan Muara Lakitan mulai diberlakukan pembatasan waktu pesta malam. Jika selama ini pesta malam terkadang bisa berlangsung sampai menjelang pagi, maka kini dibatasi hanya sampai selesai acara sumbangsih, atau acara adat yang sudah jadi kebiasaan masyarakat setempat.

Berita Lainnya:
Terus Sosialisasikan Perda Pesta Malam, 8 Wanita di Muba Diberikan Penghargaan Champion Gender
Tuan Rumah Pesta Malam dengan Hiburan Organ Tunggal di Empatlawang Diancam Penjara dan Denda

Pembatasan waktu pesta malam ini sesuai dengan hasil kordinasi antara pihak kelurahan dengan unsur Tripika Kecamatan Muara Lakitan. Rapat kordinasi tersebut membahas dan menindaklanjuti adanya masukan atau keluhan dari tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat di Kelurahan Muara Lakitan, terkait pelaksanaan pesta malam yang dilakukan hingga menjelang pagi hari.

"Semua elemen masyarakat sudah bertemu. Intinya, pesta malam hari dibatasi karena menganggu kenyamanan warga lain," kata Kapolsek Muara Lakitan, Iptu M Romi, Rabu (16/1).

Tindak lanjutnya, kata Iptu M Romi, pihak kelurahan kemudian mengeluarkan surat edaran pembatasan pesta malam. Dimana, pesta malam dibatasi sampai acara sumbangsih selesai. Acara sumbangsih ini adalah acara adat yang sudah menjadi kearifan masyarakat lokal, untuk saling membantu dalam pelaksanaan hajatan masyarakat.

"Sebagai langkah sosialisasi, bila ada pesta malam, maka kami bersama lurah, anggota koramil, datang ke undangan warga yang sedang hajatan. Sesuai kesepakatan yang telah dimusyawarahkan, setelah selesai acara sumbagsih tidak ada lagi acara tambahan atau mengadakan acara bebas," kata Iptu M Romi.

Dikatakan, dalam pelaksanaan pembatasan waktu pesta malam ini, diakuinya masih ada sekelompok masyarakat yang menentang pembatasan pesta malam. Karena kebiasaan mereka selama menggelar pesta hajatan sampai menjelang pagi hari.

"Namun sekarang dibatasi mengingat sangat mengganggu Kamtibmas dan sangat merusak para muda mudi sebagai generasi penerus bangsa yang mana pelaksanaan pesta malam tersebut terindikasi adanya hal-hal yang negatif," ujarnya.

Sementara Kapolres Musirawas AKBP Suhendro, mengapresiasi kinerja Lurah Muara Lakitan yang telah bekerja bersama-sama dengan Kapolsek Muara Lakitan, anggota Koramil, Toga, Todat dan Tomas yang membatasi pesta malam.

"Semoga kegiatan ini dapat dicontoh oleh desa atau kelurahan lain yang masih mengadakan pesta malam diwilayah Kabupaten Musirawas dan Kabupaten Muratara, untuk membuat peraturan pembatasan pesta malam. Karena pelaksanaan pesta malam banyaklah ruginya daripada manfaatnya," kata AKBP Suhendro. (zie)

===

Penulis: Ahmad Farozi
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved