Mengapa Tidak Ada Pisau di Meja Restoran China?

Ketiadaan pisau daging di atas meja makan restoran China mungkin jarang Anda sadari. Namun, hal ini sebetulnya lazim.

SRIPOKU.COM , JAKARTA - Ketiadaan pisau daging di atas meja makan restoran China mungkin jarang Anda sadari. Namun, hal ini sebetulnya lazim.

China bukannya terlambat menemukan pisau. Menurut buku Ancient China: A History (2016), penggalian situs Hemudu, Zhejiang, China bahkan mengungkap bahwa bangsa China telah menggunakan pisau daging dan pedang untuk keperluan berburu di zaman neolitikum (5300-4500 SM).

Berita Lainnya:
Hanya Karena Makan Mie Instan Pakai Sumpit, Pria Ini Dapat Kejutan tak Terduga, Akibatnya. . .
Jika Anda Dapat Sumpit Seperti Ini, Jangan Langsung Dipatahkan, Ini Alasannya

Kala China memasuki zaman perunggu (sekitar 2000 tahun silam), pisau pun menjelma alat makan dan digunakan bersama garpu. Hal ini disimpulkan usai ekskavasi di situs Qijia, China barat laut, mendapati garpu dan pisau kecil sekaligus, mengindikasikan pemakaiannya yang “sepaket”.

Dua penemuan tadi seolah membantah spekulasi jika China tertinggal dari peradaban lain soal penemuan pisau dan garpu.

Lantas, lain halnya dengan restoran Barat, mengapa kebanyakan restoran China sekarang tidak menyediakan garpu dan pisau di meja makan?

Kemungkinan besar, hal ini dipengaruhi oleh ajaran Konfusius yang hidup di abad 4 SM di China. Sang filsuf punya pengaruh yang besar dalam mempromosikan sumpit sebagai alat makan yang lazim dalam skala luas, sebagaimana dikutip dari China Daily.

Mengenai santap-menyantap, Konfusius pernah bersabda, “Orang terhormat tidak meletakkan pisau di meja makan.”

Konfusius yang juga vegetarian menganggap alat yang tajam, termasuk garpu dan pisau, sebagai simbol kekerasan. Suatu hidangan adalah simbol harmoni, maka tak ada tempat bagi kekerasan di meja makan, menurut Konfusius sebagaimana tercatat dalam analeknya.

Pandangan ini pula yang kemungkinan besar menginspirasi bentuk sumpit China yang ujungnya tumpul. Alat makan satu ini kemudian menandakan kelemahlembutan, suatu konsep moral yang agung dalam Konfusianisme.

Halaman
12
Editor: Bejoroy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved