45 Tahun Peristiwa Malari

Kebahasaan dan Kesastraan Indonesia dalam Modal Asing

Tujuan mereka pada 15 Januari 1974 sangat tepat, yaitu menentang derasnya modal asing yang masuk di Indonesia.

Kebahasaan dan Kesastraan Indonesia dalam Modal Asing
IST
Dr. Taeyoung Cho 

45 Tahun Peristiwa Malari
Kebahasaan dan Kesastraan Indonesia dalam Modal Asing
Dr. Taeyoung Cho
Korean Institute of Southeast Asian Studies/ Peneliti  Bidang Bahasa Daerah dan
Aksara/Naskah Kuno Indonesia)

Pada hari itu, rombongan mahasiswa yang kini telah berumur 60 atau 70-an berdemonstrasi untuk menjaga Tanah Air dari serangan modal asing.
Peristiwa ini diingat khususnya generasi tua dengan nama Malari 1974 (Malapetaka Limabelas Januari).

Peristiwa Malari memang representasi kekuasaan modal asing atas bidang ekonomi Indonesia.

Tetapi dari aspek lain, seiring dengan kuatnya pengaruh asing di era globalisasi, ada pula makna untuk melindungi ke-Indonesiaan dari campur tangan asing khususnya dalam bidang bahasa dan sastra yang merupakan dasar identitas dan nilai-nilai bagi negara Indonesia.

Sekarang ini, telah hampir setengah abad berlalu sejak terjadi peristiwa Malari, apa yang pernah kita lakukan untuk mempertahankan ke-Indonesiaan?

Atau dibiarkankah bahasa dan sastra kita pun berada dalam kekuasaan bahasa asing?

Renungan mengenai hal ini berarti besar pada hari ini, yaitu hari di mana hampir setengah abad yang silam, pemuda-pemudi Indonesia berkumpul untuk beraksi keras terhadap pengaruh modal asing.

Indonesia adalah satu-satunya negara di dunia ini yang dianugerahi banyak jumlah bahasa lisan dan tulisan yang sedang dituturkan dan pernah dituliskan untuk mencatat berbagai kesastraan sejak zaman silam.

Menurut data yang akurat, di pelosok negeri Nusantara terdapat lebih dari 700-an bahasa lisan dan 20-an tulisan.

Di antara bahasa lisan dan tulisan yang begitu banyak jumlahnya, kini bahasa yang dituturkan luas sebagai bahasa negara adalah Bahasa Indonesia, sedangkan tulisan yang digunakan secara umum di seluruh kalangan sosial adalah abjad Roman.

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved