5 Isi Pidato Prabowo Subianto, Sindir Mobil hingga Bicara Soal Intelejen yang Memata-matai SBY

Awalnya, Prabowo bicara soal keharusan bagi Indonesia untuk memiliki penegak hukum dan aparat yang unggul dan jujur, baik dari unsur hakim, jaksa, pol

Editor: Candra Okta Della
Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno, Pasangan capres dan cawapres pada Pilpres 2019. 

SRIPOKU.COM - Inilah 5 isi Pidato Kebangsaan 'Indonesia Menang' dari Calon Presiden / Capres 2019 Prabowo Subianto yang digelorakan di Gedung Jakarta Convention Center / JCC Jakarta dan disiarkan langsung tvOne Senin 14 Januari 2019 malam, serta mendapat tepukan tangan paling riuh dari para pendukungnya. 

Saat menyorot 5 topik berikut ini, Capres Prabowo mendapat paling banyak dukungan berupa applause dari para pendukungnya.

Topik apa saja? Berikut ini catatannya:

1. Intelijen yang Memata-matai Mantan Presiden

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyinggung soal intelijen yang memata-matai mantan presiden.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menyampaikan pidato bertema ' Indonesia Menang' di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Senin (14/1/2019).

Awalnya, Prabowo bicara soal keharusan bagi Indonesia untuk memiliki penegak hukum dan aparat yang unggul dan jujur, baik dari unsur hakim, jaksa, polisi, hingga intelijen.

"Kita butuh Intel yang unggul dan setia pada bangsa dan negara," kata Prabowo.

"Intelijen itu intelin musuh negara, jangan intelin mantan Presiden Indonesia," tambah mantan Danjen Kopassus ini.

Selain kepada mantan presiden, Prabowo juga menyinggung Intel yang memata-matai tokoh-tokoh lain.

"Jangan intelin mantan ketua MPR. Jangan intelin anaknya proklamator. Jangan intelin mantan panglima, jangan intelin ulama besar kita," ujar Ketua Umum Partai Gerindra ini.

Terakhir, sebagai purnawirawan TNI, Prabowo pun menitipkan pesan kepada para perwira yang masih aktif, baik di Polri, TNI, Intelijen.

Ia meminta mereka untuk bekerja bagi seluruh masyarakat Indonesia.

"Saya beri saran sebagai kakakmu, sebagai seniormu. Mari kita ingat sumpah kita untuk bela seluruh rakyat. kita harus kerja untuk seluruh rakyat," kata dia.

2. Sindir Mobil Esemka, "Mobil Nasional Jangan Mobil Etok-etok'

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved