Berita Muaraenim

Polri Akan Bentuk Satgas Mengawal Bantuan Sosial

Untuk memastikan bantuan dari Kemensos RI sampai kepada yang berhak menerimanya, Polres Muaraenim akan bentuk Satgas khusus yang mengawasi dan mengawa

Polri Akan Bentuk Satgas Mengawal Bantuan Sosial
SRIPOKU.COM/Ardani
Untuk memastikan bantuan dari Kemensos RI sampai kepada yang berhak menerimanya, Polres Muaraenim akan bentuk Satgas khusus yang mengawasi dan mengawal program bantuan tersebut. 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Ardani Zuhri

SRIPOKU.COM, MUARAENIM---Untuk memastikan bantuan dari Kemensos RI sampai kepada yang berhak menerimanya, Polres Muaraenim akan bentuk Satgas khusus yang mengawasi dan mengawal program bantuan tersebut.

"Kemensos RI dan Kapolri sudah melakukan MoU untuk kerjasama tersebut, jadi kita secepatnya menindaklanjutinya," ujar Kapolres Muaraenim AKBP Afner Juwono usai mengikuti kegiatan telecoference Tentang Memorandum of Understanding (MoU) Kapolri dengan Menteri Sosial RI di Mabes Polri dan Mapolda Sumsel di Polres Muaraenim, Jumat (11/1/19).

Hadir dalam telecoference tersebut, Gubernur Sumsel Herman Deru, Kapolda Sumsel Komjen Pol Zulkarnain Adinegara, Asisten Pemerintahan Pemkab Muaraenim Teguh Jaya, Kadinsos Kabupaten Muaraenim Ali Rahman, Kadinsos Kabupaten PALI Meti Etika, dan pejabat terkait.

Fakta Evakuasi Wanita 350 Kg Terberat di Kalteng, Diangkat 20 Orang hingga Ditangani 16 Dokter Ahli

Eni Yulansari, Siswi SMAN 10 Palembang yang Bunuh Diri Tinggalkan 2 Surat. Isinya Buat Ibunya Nangis

Polisi Ungkap Finalis Puteri Indonesia Terlibat Prostitusi Online Bersama Vanessa Angel & Avriellia

Menurut Bupati Muaraenim yang diwakili Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Teguh Jaya yang didampingi Kadinsos Muaraenim Ali Rahman, bahwa pihaknya sangat mendukung sepenuhnya Mou yang dilakukan oleh Kapolri dengan kementrian Sosial RI terkait pengamanan pendistribusian bantuan sosial kepada seluruh wilayah Indonesia khususnya Kabupaten Muaraenim.

Untuk itu, pihaknya akan menindaklanjutinya dan akan mempelajari dan mencari mekanisme terbaik sehingga lebih tepat sasaran, tepat waktu, transfaran dan sampai kepada yang benar-benar berhak menerimanya.

Ditambahkan Ali Rahman, bahwa pihaknya meminta pihak keamanan untuk melakukan pengawalan terutama dalam pendataan dan pendistribusian, sebab dua hal tersebut yang paling rawan dilapangan.

Bahkan bantuan tersebut rawan diselewengkan oleh perangkat desa yang mengutamakan timsesnya atau keluarganya, meskipun mereka tidak terlalu berhak menerimanya.

Kini Lambang Iwak Palembang sudah ada Delman yang siap mengajak kalian untuk keliling seputaran Kambang Iwak.
Kini Lambang Iwak Palembang sudah ada Delman yang siap mengajak kalian untuk keliling seputaran Kambang Iwak. (sripoku.com)

Hal senada juga dikatakan oleh Kadinsos Kabupaten PALI Meti, bahwa pihaknya sering mendapat tekanan dan ancaman ketika turun kelapangan melakukan pendataan dan pendistribusian dari sekelompok masyarakat bahkan oknum perangkat desa. Ketika dimintai data selalu mempersulit apalagi jika yang kita data adalah bukan timsesnya atau keluarganya.Dan jika tidak dimasukkan, mereka marah dan mengancam untuk tidak melintas lagi di desanya. Jadi kami minta bantuan pengawalan dan pengawasan selama proses pendistribusian bantuan sosial tersebut.

Sementara itu Kapolres Muaraenim AKBP Afner, bahwa Polres Muaraenim selalu siap membantu mengawasi dan mengamankan pendistribusian bantuan sosial keseluruh wilayah yang ada di Kabupaten Miaraenim dan PALI. Bahkan dalam waktu dekat ini langsung kita bentuk Satgas khusus yang menangani bantuan sosial ini sehingga langsung dijalankan secepatnya.

Mengenai adanya keluhan tekanan dan ancaman dari kelompok masyarakat atau oknum perangkat desa yang diduga mempersulit pendataan untuk kecurangan, biar kami yang akan menanganinya.

"Yang penting luruskan niat dan tekadkan ingin benar-benar membantu masyarakat, insyaallah di mudahkan," kata Kapolres.

Kedepan, lanjut Kapolres, ia meminta kepada pihak terkait untuk saling berkoordinasi sehingga tidak terjadi kesalahpahaman di lapangan dan efektif, dimana yang memang harus ada penekanan pengawasan dan rawan penyimpangan untuk diberitahukan misalnya pengawalan barang fisik seperti beras dan lain-lain, dan non fisik seperti rekening atau yang diserahkan langsung secara tunai. Karena program bantuan sosial ini banyak ragamnya seperti PKH, Beras Sejahtera, Bantuan Rumah Tidak Layak Huni, Lanjut Usia, Penyandang Disabilitas, Masyarakat Tunasusila, Beasiswa Mahasiswa Kurang Mampu, Korban Perdagangan Manusia, Wirakuri dan masih banyak yang lainnya.(ari)

===

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved