Masyarakat Miskin Kota Ajak Jaga Kondusivitas Pemilu di Sumsel

Untuk pertama kali sepanjang penyelenggaraan pesta demokrasi di republik ini, bangsa Indonesia di tahun 2019 ini hanya dalam waktu satu hari bakal me

Masyarakat Miskin Kota Ajak Jaga Kondusivitas Pemilu di Sumsel
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Masyarakat Miskin Kota, Arifin Kalender membentangkan spanduk ajakan sukseskan Pemilu 2019 

Masyarakat Miskin Kota Ajak Jaga Kondusivitas Pemilu di Sumsel

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Untuk pertama kali sepanjang penyelenggaraan pesta demokrasi di republik ini, bangsa Indonesia di tahun 2019 ini hanya dalam waktu satu hari bakal menentukan pemimpinnya secara serentak pada 17 April 2019 mendatang.

Mulai dari pemimpin eksekutif yakni presiden dan wakil presiden, hingga legislatif dengan memilih anggota DPR RI, DPRD provinsi, DPRD kaabupaten/kota hingga anggota DPD RI.

“Hanya dalam kurun waktu satu hari nasib bangsa Indonesia lima tahun ke depan bakal ditentukan, untuk itulah marilah kita kawal pesta demokrasi terbesar sepanjang sejarah di republik ini dengan penuh sukacita.

Pulang Dinas, Anggota Polisi Tewas Ditabrak Truk. Pengemudi Truk Sempat Tancap Gas dan Kabur

BREAKING NEWS : Kiper Teja Paku Alam Resmi Pamit dari Sriwijaya FC

 

Pilihlah calon pemimpin dari lubuk hati sanubari terdalam yang diyakini akan mampu membawa bangsa ini keluar dari berbagai kesulitan baik di bidang ekonomi, sosial hingga terjadinya krisi moral dan akhlak yang dampaknya sudah mulai dirasakan oleh kita saat ini,” ungkap Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Masyarakat Miskin Kota, Arifin Kalender, Sabtu (12/1/2019).

Arifin juga mengimbau kepada seluruh warga Sumsel untuk menjaga situasi yang kondusif jelang Pileg dan Pilpres karena di tahun politik ini rentan dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang coba mengambil keuntungan sepihak.

Ini dibuktikan dengan maraknya peyebaran berita-berita hoax yang bersifat tendensius yang sengaja dihembuskan untuk menciptakan kondisi chaos di tengah masyarakat yang disebar melalui media sosial. Termasuk adanya ujaran kebencian yang seolah kini sudah menjadi makanan sehari-hari selama kurun beberapa tahun terakhir.

“Kami yakin warga Sumsel yang dikenal dengan kerukunan dan sikap toleransinya yang tinggi tidak akan terpancing dengan berbagai macam isu-isu, utamanya yang menjurus pada isu Suku, Agama dan Ras atau politisasi SARA yang bisa mencederai kehidupan berdemokrasi di republik ini yang kini tengah menuju ke arah yang lebih baik. Mari kita sukseskan pelaksanaan Pemilu 2019 yang aman, damai dan sejuk,” ujarnya.

Arifin menyebut, berdasarkan data KPU RI, Pemilu tahun 2019 ini banyak menorehkan rekor tersendiri, mulai dari biaya penyelenggaran sebesar Rp24,8 trilyun, naik sekitar Rp700 milyar dibandingkan biaya penyelenggaraan Pemilu tahun 2014 yang hanya sebesar Rp24,1 trilyun.

Halaman
12
Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved