Kepemimpinan

Cerminan Kepemimpinan Yang Merakyat

Setelah dua puluh tahunan perlawanan tentara Quraisy menantang perjuangan Islam ditaklukkan, Nabi Muhammad SAW memasuki Kota Makkah.

Cerminan Kepemimpinan Yang Merakyat
ist
Gusjandjara Arni

Cerminan Kepemimpinan Yang Merakyat
Oleh : Gusjandjara Arni

Dosen UMP/Prodi Penyiaran Komunikasi Islam

Setelah dalam kurun waktu dua puluh tahunan perlawanan tentara Quraisy menantang perjuangan Islam ditaklukkan, Nabi Muhammad SAW memasuki Kota Makkah.

Suatu hari seorang lelaki datang menemui Rasul, tapi lelaki itu ketakutan gemetar sampai menggigil ketika bicara dengan Rasulullah.

Rasulullah langsung menenangkan lelaki tersebut dengan berkata : "Tenangkanlah dirimu, sesungguhnya aku bukanlah seorang raja, Aku hanyalah putera seorang wanita yang biasa makan daging dendeng." (HR Ibnu Majah)..

Di lain kesempatan saat makan tiba, dalam suatu perjalanan yang jauh dengan para sahabat, Rasulullah mengajak kafilahnya untuk beristirahat sejenak.

Diantara sahabat ada yang mendirikan tenda, "Seorang berkata, biarlah aku yang menyembelih kambing." Yang satu berucap "Akulah mengupas kulitnya". "Kalau begitu aku yang memasaknya" ujar seseorang. Dan anggota lainnnya melakukan aktifitas masing-masing dengan kesibukan sesuai kebutuhan waktu itu.

Rasulullah tak serta merta ngongkang ngongkangan, dengan telunjuk lurus memerintahkan kian kemari semua orang untuk bekerja sebagai otoritas seorang pemimpin.

Seiring itu Rasul bergerak pergi mengumpulkan kayu bakar," Seorang sahabat menegurnya, 'Mengapa Rasul mengambil kayu bakar ?"

Silahkan tuan beristirahat, masih ada yang lain yang dapat melakukannya. Kemudian jawab Rasul "Aku sudah tahu bahwa tenagamu cukup untuk itu.

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved