Berita Palembang

Asperindo Segera Ambil Langkah Tegas, Tarif SMU Baru Bebani Perusahaan Ekspedisi

Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) Sumsel segera mengambil langkah tegas terkait

Asperindo Segera Ambil Langkah Tegas, Tarif SMU Baru Bebani Perusahaan Ekspedisi
SRIPOKU.COM/JATI PURWANTI
Musyawarah seluruh Anggota Asperindo Sumsel di Kantor JNE Perwakilan Palembang, Jumat (11/01/2019). 

Haris menambahkan, secara organisasi hampir seluruh perusahaan yang ada di bawah Asperindo selama tiga tahun terakhir tidak melakukan kenaikan tarif yang signifikan. Namun, dengan kondisi saat ini mau tidak mau harus menaikkan tarif pengiriman paket 30 sampai 40 persen per kilogram.

Jelang 90 Hari Lagi Pelaksanaan Pilpres dan Pileg, Bupati Muba Ingatkan Camat dan Kades

Melihat Lebih Dekat Stasiun Depo LRT Palembang Tempat Perawatan dan Parkir Kereta, Ini Foto-fotonya

Ada yang Tukang Jemur Pakaian, 5 Artis Ini Dulu Cuma Pembantu, No 4 jadi Biduan Dangdut Terkenal!

Sebelumnya biaya operasional untuk pengiriman sebesar Rp 2.700 per kilogram namun sejak terjadi kenaikan saat ini tarif melonjak menjadi Rp 7.800 per kilogram barang.

“Selama ini kami menyiasatinya dengan melakukan subsidi silang agar tetap masyarakat tidak merasa dirugikan. Namun sejak ada peraturan ini kami harus nombok antara Rp4000 - Rp 5000 perkilogram agar jasa pengiriman tetap berjalan," terang Haris.

Dia melanjutkan, kenaikan tarif pengiriman ini jelas akan menimbulkan efek domino. Imbasnya pun bukan hanya pada kerugian yang harus ditanggung oleh perusahaan ekspedisi tetapi juga pada masyarakat.

Jelang 90 Hari Lagi Pelaksanaan Pilpres dan Pileg, Bupati Muba Ingatkan Camat dan Kades

Baru Sebulan Nikah, Aura Kasih Pamer Perut Buncit hingga Ungkap Fakta Tersembunyi Soal Pernikahnnya

Anggota Polsek Gandus Gagalkan Tiga Sekawan yang Hendak Pesta Narkoba, Simpan Sabu-sabu Dalam Topi

"Yang paling akan terasa mungkin bagi pelaku UMKM yang memang menjalankan usahanya lewat online. Kenaikan tarif pengiriman pasti akan menambah daftar biaya yang harus dikeluarkan," lanjutnya.

Haris mengungkapkan, saat ini saja sudah ada beberapa perusahaan yang harus merumahkan karyawannya demi menurunkan biaya operasional perusahaan.

Terlebih lagi ada usaha yang bergerak di jasa pengiriman barang sudah tidak meneriman barang baik itu incoming maupun outgoing sejak adanya kenaikan ini

"Karena memang tarif baru ini naiknya cukup tinggi sehingga sangat berpengaruh sekali terhadap jasa pengiriman dan pihak lain yang terlibat di dalamnya." katanya.

===

Penulis: Jati Purwanti
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved