Berita Palembang

Asperindo Segera Ambil Langkah Tegas, Tarif SMU Baru Bebani Perusahaan Ekspedisi

Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) Sumsel segera mengambil langkah tegas terkait

Asperindo Segera Ambil Langkah Tegas, Tarif SMU Baru Bebani Perusahaan Ekspedisi
SRIPOKU.COM/JATI PURWANTI
Musyawarah seluruh Anggota Asperindo Sumsel di Kantor JNE Perwakilan Palembang, Jumat (11/01/2019). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Jati Purwanti

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) Sumsel segera mengambil langkah tegas terkait dengan kenaikan tarif Surat Muatan Udara (SMU).

Peningkatan tarif SMU dari pihak maskapai penerbangan yang mencapai 80 persen dinilai sangat membebani biaya operasional perusahaan dan akhirnya juga akan berimbas pada masyarakat yang memanfaatkan jasa pengiriman.

Ketua Asperindo Propinsi Sumsel, Muhammad Daud mengatakan, bila kondisi ini dibiarkan saja, bukan tidak mungkin banyak pelaku Usaha kecil Menegah (UKM) akan guling tikar karena tingginya biaya tarif pengiriman.

"Kami akan meminta manajemen maskapai penerbangan untuk tidak memberlakukan kenaikan ini secara sepihak. Bila tidak direspon kami akan menentukan sikap baik ke Legislatif maupun Eksekutif dalam hal ini Gubernur hingga ke nasional agar ada jalan keluar terkait hal ini," katanya saat musyawarah dengan seluruh Anggota Asperindo Sumsel di kantor perwakilan JNE Palembang, Jumat (11/01/2019).

Baru Sebulan Nikah, Aura Kasih Pamer Perut Buncit hingga Ungkap Fakta Tersembunyi Soal Pernikahnnya

Cerita Kelam 1983 Preman Berbondong-bondong Hapus Tato Karena Takut Jadi Target Petrus

Sering Kena Pukul hingga Alami Stroke, Begini Kondisi Olla Ramlan hingga Tuli Sebelah

Dia juga mengatakan besok, Sabtu (12/01/2019) anggota Asperindo seluruh Indonesia akan melakukan rapat pleno untuk menentukan sikap terkait dengan kenaikan tarif ini.

Selain itu, bila langkah-langkah yang dilakukan tidak mendapat respon positif , tidak menutup kemungkinan Asperindo akan demo untuk melakukan aksi mogok secara nasional.

“Kami sangat keberatan dengan adanya kenaikan ini, karena kenaikan ini dampaknya sangat luas terutama masyarakat dan pelaku UMKM. Tentang kenaikan tarif ini memang akan kami bawa ke rapat nasional karena kebijakan ini berlaku nasional," kata Daud tambahanya.

Pedagang Pasar Pocong Mulai Waspada Omset Menurun, Ternyata Hal Ini yang Menjadi Penyebabnya

Antisipasi Hindari Adanya Sengketa, KPU Palembang Petakan Persoalan. Berikut Upaya yang Dilakukan

Melihat Lebih Dekat Stasiun Depo LRT Palembang Tempat Perawatan dan Parkir Kereta, Ini Foto-fotonya

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asperindo , Haris Djumadi mencatat selama tahun 2018 terjadi empat kali kenaikan tarif yakni pada Januari, Juni, bahkan di bulan Oktober terjadi dua kali kenaikan yang dilakukan maskapai Garuda, begitu juga Citilink, Lion Air.

“Kami mengindikasikan ini ada negosiasi antar pimpinan maskapai untuk menaikan tarif secara bersama-sama atau semacam kartel," katanya.

Halaman
12
Penulis: Jati Purwanti
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved