Berita Palembang

Rayakan Hari Raya Galungan-Kuningan Umat Hindu Daur Ulang Kesucian di Pura Agung Sriwijaya Palembang

Umat Hindu Lakukan Tumpak Kuningan Hari Raya Galungan di Pura Agung Sriwijaya Palembang. Daur Ulang Kesucian

Rayakan Hari Raya Galungan-Kuningan Umat Hindu Daur Ulang Kesucian di Pura Agung Sriwijaya Palembang
SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Umat Hindu melakukan rangkaian acara ritual Hari Raya Galungan dan Kuningan di Pura Agung Sriwijaya Jalan Seduduk Putih Palembang, Sabtu (5/1/2019). 

Umat Hindu Lakukan Tumpak Kuningan Hari Raya Galungan di Pura Agung Sriwijaya Palembang. Daur Ulang Kesucian

Laporan wartawan Sripoku.com, Reigan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Umat Hindu di Kota Palembang merayakan Hari Raya Galungan pada Rabu (26/12/2018), dan puncak rangkaian acara selama 10 hari dilaksanakan Hari Raya Kuningan di Pura Agung Sriwijaya Jalan Sududuk Putih Palembang, Sabtu (5/1/2019).

Pinandita Pura Agung Sriwijaya sekaligus Ketua Pinandita Sangraha Nusantara, Ida Bagus Kade Damiana mengatakan, bagi umat Hindu hari ini melakukan Tumpak Kuningan yang merupakan rangkaian dari 10 hari setelah Hari Raya Galungan.

Ejek Adiknya Tukang Parkir, Billy Permalukan Uta di Depan Umum, Lihat Tingkahnya Saat Injak Jaket

Bukan Orang Sembarangan! Ini 6 Fakta Fiki Alman Pria Diduga Selingkuhan Angel Lelga, Artis Legenda!

BREAKING NEWS: Kodim 0405/Lahat Temukan Ladang Ganja Satu Hektare Lebih di Kecamatan Pendopo Barat

Umat Hindu di Palembang sedang melakukan ritual ibadah dalam menyambut Nyepi. (Rangga Erfizal)
Umat Hindu di Palembang sedang melakukan ritual ibadah dalam menyambut Nyepi. (Rangga Erfizal) (SRIPOKU.COM/RANGGA EFRIZAL)

Hari Raya Galungan merupakan filosofi kemenangan Darma melawan Adarma yang artinya kebenaran melawan kebatilan.

"10 hari setelah rangkaian Galungan merupakan Hari Raya Kuningan. Filosofinya adalah Pitra Puja, artinya Umat Hindu memuja para luluhur Dewata, Dewati atau Pitara, Pitari," ungkapnya.

Menurutnya, para leluhur turun ke bumi pada Hari Raya Galungan dan memberikan Wari atau keturunannya agar terhindar dari segala hal negatif.

"Umat Hindu melakukan beberapa rangkaian, seperti Sugian Jawa, Bali dan penyakapan yang artinya sebelum merayakan Hari Raya Galungan. Kita megendalikan emosi, ego, iri hati dan dengki sehingga pada pencapaiannya kita merayakan kemenangan dari hal tersebut," jelas dia.

Upacara Melasti umat Hindu Sumsel, Minggu (15/3/2015) di Jakabaring Palembang.
Upacara Melasti umat Hindu Sumsel, Minggu (15/3/2015) di Jakabaring Palembang. (SRIPOKU.COM/YANDI TRIANSYAH)

Kapolres: Pembunuhan Sadis terhadap Ponia & Anaknya Sudah Direncanakan. Pelaku Terancam Hukuman Mati

Kisah Bayi Muslim dan Hindu Tertukar, Saat Dikembalikan Ke Orangtua Biologis, Ini Yang Terjadi

Intip Ritual yang Dilakukan Umat Hindu Menyambut Hari Raya Nyepi

 

Selain itu, masing-masing Umat Hindu di kediamannya juga melaksanakan pemujaan kepada leluhurnya, menyembah dan terima kasih kepada para leluhur karena merekalah umat manusia ada di dalam dunia ini.

"Sebelum jam 12 siang kita selesai melakukan pemujaan karena para leluhur akan kembali ke alam yang kosong dan suci sehingga kita bisa selamat di balak semesta," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Reigan Riangga
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved