Refleksi Tahun 2019 : Siapa yang Mau Rugi Dua Kali

MERUJUK dari catatan sejarah, Tahun Baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 Sebelum Masehi (SM).

Refleksi Tahun 2019 : Siapa yang Mau Rugi Dua Kali
DOK SRIPOKU.COM
H Husin 

Siapa yang Mau Rugi Dua Kali
HM. Husin
Wartawan Harian Sriwijaya Post
MERUJUK dari catatan sejarah, Tahun Baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 Sebelum Masehi (SM).

Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM.

Dalam mendesain kalender baru ini, Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskandariyah, yang menyarankan agar penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mesir.

Berdoa/ilustrasi.
Berdoa/ilustrasi. (malayalamnewsdaily.com)

Saat ini, tahun baru 1 Januari telah dijadikan sebagai salah satu hari suci umat Kristen.

Namun kenyataannya, tahun baru sudah lama menjadi tradisi sekuler yang menjadikannya sebagai hari libur um-
um nasional untuk semua warga Dunia.

Pada mulanya perayaan ini dirayakan baik oleh orang Yahudi yang dihitung sejak bulan baru pada akhir September.

Selanjutnya menurut kalender Julianus, tahun Romawi dimulai pada tanggal 1 Januari.

Paus Gregorius XIII mengubahnya menjadi 1 Januari pada tahun 1582 dan hingga kini seluruh dunia merayakannya pada tanggal tersebut.

Seperti kita ketahu, tradisi perayaan tahun baru di beberapa negara terkait dengan ritual keagamaan atau kepercayaan mereka, yang tentu saja sangat bertentangan ajaran agama (Islam).

Contohnya di Brazil, pada tengah malam setiap tanggal 1 Januari, orang-orang Brazil berbondong-bondong menuju pantai dengan pakaian putih bersih.

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved