Mimbar Jumat

Renungan Umat Penghujung Zaman

Meski masih diperdebatkan, para ahli sejarah menyebutkan bahwa jarak waktu antara Nabi Adam dan Nabi terakhir Muhammad S.AW adalah berkisar 7310 Tahun

Renungan Umat Penghujung Zaman
Istimewa
Dosen Tetap Ilmu Al Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Raden Fatah Palembang dan Sekolah Tinggi Ilmu Al Qur’an Palembang Al-Lathifiyyah 

SRIPOKU.COM - Meski masih diperdebatkan, para ahli sejarah menyebutkan bahwa jarak waktu antara Nabi Adam dan Nabi terakhir Muhammad SAW adalah berkisar 7310 Tahun. Selama masa Itulah Tuhan mengutus para nabi dan rasul kepada umat manusia yang kemudian melahirkan tiga agama besar, Yahudi, Nashrani dan Islam.

Berita Lainnya:
Ditemukan Telapak Kaki Raksasa Usia 200 Juta Tahun, Betulkah Milik Nabi Adam? Begini Penjelasannya

Rentang waktu antara Nabi Musa as dan Nabi Isa as adalah antara 1900 - 2000 tahun. Selama masa inilah –menurut Al Qur’an- ia diakui sebagai agama tauhid yang shahih dan diridhai oleh Allah SWT. Mengapa demikian? Karena Allah SWT segera mereformasi agama tauhid-Nya dengan menurunkan syari’at baru, Nashrani dengan Isa as sebagai Nabi-Nya dan Injil sebagai kitab suci.

Eksistensi ketauhidan agama Nashrani –juga menurut Al Qur’an- adalah selama lebih kurang 611 tahun dengan logika sederhana jarak yang membentang antara diutusnya Nabi Isa as dengan diutusnya Nabi Terakhir, Muhammad SAW sebagai agama terakhir, Islam hadir untuk melengkapi dan menyempurnakan bagunan tauhid yang telah terkonstruksi sejak masa Nabi Adam as. “Agama Allah itu ibarat sebuah bangunan yang besar, lalu terdapat satu sudut yang masih menganga dan belum tertutupi batu, maka aku diutus oleh Allah Swt. membawa Islam untuk menutupi ruang yang masih kosong itu”. Demikian antara lain ujaran Nabi Saw. dalam sebuah haditsnya.

Islam hadir ke muka bumi sebagai pelengkap dan penyempurna bangunan agama tauhid dari semua syari’at yang dulu pernah Allah SAW turunkan kepada umat manusia, sejak zaman Nabi Adam as hingga Nabi Isa as, sampai menjelang diutusnya Nabi terakhir, Muhammad SAW.

Bila usia agama Yahudi adalah 1900-2000 tahun dan Nashrani 611 tahun, lalu berapa lama usia umat Islam? Pertanyaan inilah yang seringkali dilontarkan, khususnya akhir-akhir ini. Merujuk kepada hadits-hadits Nabi SAW yang juga disyarah oleh para ulama’ yang mu’tamad terdapat isyarat bahwa usia agama terakhir, Islam dan kaum muslimin adalah selama lebih kurang 1500 tahun. Di antara riwayat yang sering dikutip dalam hal ini adalah hadits tentang “masa kepemimpinan umat islam di bumi yang mengalami lima pase kekhalifahan”.

Secara matematis, jika angka 1500 tahun itu dihitung sejak diutusnya Rasulullah SAW sementara tahun hijriyah dimulai sejak Rasul hijrah ke Madinah, maka ada waktu selama 13 tahun beliau berdakwah di Makkah. Bila dikalkulasi 1500 dikurangi 1440 tahun hijrah, lalu diambil 13 tahun selama beliau di Makkah, maka didapat angka 47 tahun. Bila demikkian, masih tersisa angka 47 untuk sampai pada usia 1500 tahun, sebagai angka “lebih-kurang” yang diprediksi sebagai batas eksistensi umat Islam di bumi.

Dengan demikian, jika hadits yang menjadi dasar prediksi dan penetapan angka tersebut adalah benar-benar shahih, maka saat ini umat Islam telah berada pada penghujung masanya. Entah penghujung masa eksistensi Islam di bumi atau penghujung waktu kehidupan umat manusia, wallahu a’lam. Karena setelahnya, tidak ada yang mengetahui rahasia yang tersimpan di sisi Allah SWT dan kejadian apa yang akan menimpa penghuni dunia.

Dalam banyak tulisan, kajian atau bahkan ceramah dan pengajian, para ulama’ akhir-akhir ini telah banyak mengingatkan tentang fakta-fakta ini, bahwa umat penghujung zamanakan banyak mengalami kegoncangan-kegoncangan hampir dalam semua aspek dalam kehidupannya. Umat Islam akan mengalami banyak fitnah-fitnah, huru-hara, pertikaian dan pertumpahan darah, saling memfitnah dan saling menyalahkan. Umat Islam pada masa itu seakan tersudut dan tidak mampu berbuat apa-apa. Bahkan yang lebih ekstrim dalam sebuah hadits disebutkan, bahwa “umat Islam akhir zaman itu tak ubahnya seperti sebuah hidangan, lalu datang puluhan anjing liar yang masing-masing dengan buasnya memperebutkan hidangan tersebut”.

Melihat fakta yang terjadi pada akhir-akhir ini, kondisi umat Islam diserang dari luar dan dari dalam. Mulai dari merosotnya nilai-nilai akhlak yang pada akhirnya menyebabkan hilangnya kepercayaan orang lain terhadap yang identitas “muslim”. Islam yang dulu sangat menjunjung tinggi nilai-nilai moralitas dan akhlak al-karimah, saat ini telah semakin kabur, bahkan hilang sama-sekali.

Halaman
12
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved