Warga Pedamaran Tuntut Janji, Kelompok Tani Belum Dapatkan Plasma

Perwakilan kelompok tani di wilayah Kecamatan Pedamaran Kabupaten OKI, menuntut perusahaan PT Kelantan Sakti bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit

Warga Pedamaran Tuntut Janji, Kelompok Tani Belum Dapatkan Plasma
SRIPOKU.COM/Mat Bodok
SURAT PERJANJIAN - Perwakilan kelompok tani dari Kecamatan Pedamaran menunjukan surat perjanjian antara perusahaan PT Klantan Sakti dengan masyarakat akan mendapat plasma yang diingkari. 

SRIPOKU.COM , KAYUAGUNG, SRIPO – Perwakilan kelompok tani di wilayah Kecamatan Pedamaran Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), menuntut perusahaan PT Kelantan Sakti bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit.

Masyarakat menuntut plasma yang dijanjikan pihak perusahaan hingga kini belum terealisasi, Kamis (27/12).

Berita Lainnya:
Warga Pedamaran Ramai-ramai Terhipnotis
Warga Pedamaran Khawatir Kondisi Jembatan Cinta Jaya, Was-was Jembatan Roboh Karena Ini

Menurut informasi yang dihimpun, pihak perusahaan Kelantan Sakti membuka lahan sawit sejak tahun 2008 lalu.

Hingga kini masyarakat di Desa Pedamaran, Desa Srinanti, dan Desa Sukadamai Kecamatan Pedamaran, belum mendapat plasma.

Perusahaan berjanji akan memberikan 20 persen dari total luas lahan masyarakat yang dikelola seluas 2.948 hektar.

Ketua Kelompok Tani Pengentingan Pedamaran, Ansila (40), mengatakan kebun sawit tersebut sudah menghasilkan buah sawit, dan panen perdana tahun 2017. Pihaknya hanya menuntut janji dan hak masyarakat hanya ingin menuntut hak mereka sesuai kesepakatan.

“Kami menginginkan plasma yang telah tertuang dalam kerjasama dengan pihak perusahaan. Selain itu, masyarakat juga menuntut untuk ganti rugi tanam tumbuh lahan yang telah dikelola oleh PT Klantan, karena sampai saat ini belum juga ada ganti rugi,” ungkap Ansila yang meminta kebijakan dan kerjasama yang baik.

Diceritakan Ansila, sebelum perusahaan perkebunan PT Klantan membuka lahan perkebunan, pada tahun 2003. Masyarakat lebih dulu bercocok tanam di lahan mereka. Tahun 2008 PT Klantan datang ke Kabupaten OKI, untuk membuka lahan perkebunan mengajak masyarakat bekerjasama dan menyerahkan lahan dengan kesepakatan mereka akan memberikan plasma 20 persen dari luas lahan.

“Ini sama saja perusahaan yang merampas tanah masyarakat, kalau tidak ada kejelasan kami akan menghentikan aktivitas perusahaan,” tegas Ansila seraya menunjukan bukti kerjasama yang bertandatangan.

Halaman
12
Penulis: Mat Bodok
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved