Jual Tanah Cukup Modal Tali Plastik, Makin Berkurang karena Pemukiman

Dinas Pertanian Kota Pagaralam mendata setidaknya 112 hektar lawan sawah sudah beralih fungsi menjadi lahan perumahan. Data ini terkumpul dalam period

Jual Tanah Cukup Modal Tali Plastik, Makin Berkurang karena Pemukiman
SRIPOKU.COM/Wawan Septiawan
RAPAT LP2B - Wakil Walikota, Muhammad Fadli saat memimpin Rapat Pembahasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) bersama Dinas Pertanian dan Dinas PUPR, Kamis (27/12/2018) diruang rapat Besemah III. 

SRIPOKU.COM , PALEMBANG - Dinas Pertanian Kota Pagaralam mendata setidaknya 112 hektar lawan sawah sudah beralih fungsi menjadi lahan perumahan. Data ini terkumpul dalam periode enam tahun, yakni 2012 hingga 2018.

Berita Lainnya:
Gagal Rayu Petani Jual Tanahnya, Pengembang Gali Parit Sedalam 1,5 Meter
Jual Tanah Bersertifikat Palsu Senilai Rp 100 Juta, Tito Diamankan Korbannya. Begini Modusnya !

Wakil Walikota Pagaralam, Muhammad Fadli, mengatakan pihaknya mulai menjadikan kegiatan alih fungsi lahan ini menjadi perhatian khusus. Bahkan pihaknya berencana akan membuat peraturan tentang hal tersebut.

"Alih fungsi lahan ini sudah sangat marak di Pagaralam terutama alih fungsi lahan pangan menjadi lahan perumahan. Saat ini hanya dengan modal tali pelastik saja masyarakat sudah bisa menjual lahan pertanian mereka menjadi lahan perumahan," kata Fadli, saat memimpin rapat LP2B di Besemah III, Kamis (27/12).

Untuk itu Wawako meminta pihak terkait menjadikan hal ini permasalahan serius. Pasalnya jika tidak maka akan terus bertambah alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan perumahan. Dikhawatirkan akan berpengaruh pada hasil panen bahan pangan ke depannya.

Kepala Dinas Pertanian Kota Pagaralam, Hellen Pornika mengatakan pihaknya memprediksi jika terus dibiarkan maka akan ada sekitar 60 persen laha pertanian pangan untuk kecamatan Pagaralam Utara dan Selatan yang akan berkurang sampai tahun 2032 mendatang.

Sedangkan untuk tiga kecamatan lainnya yaitu Dempo Utara, Dempo Selatan dan Dempo Tengah akan berkurang sebanyak 10 persen dari jumlah saat ini.

Namun hal itu dinilai tidak akan terlalu berpengaruh pada hasil panen pangan di Pagaralam.

Pasalnya pihaknya telah mengembangkan sistem tanam dengan pola 2 sampai 3 kali panen setahun.

Data yang dihimpun, sebelumnya jumlah lahan pertanian pengan di Pagaralam yaitu 3.388 hektar.

Dari jumlah tersebut terdata ada 112 hektar yang telah alih fungsi lahan. Jumlah lahan pertanian pangan di Pagaralam yaitu di Kecamatan Pagaralam Utara 2017 seluas 499 hektar, Pagaralam Selatan 750 hektar, Dempo Utara seluas 538 hekar.

Sedangkan untuk Kecamatan Dempo Tengah 526 hektan dan untuk kecamatan Dempo Selatan merupakan kawasan paling luas yaitu seluas 1.075 hektar. (one)

===

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved