Warga Tebas Semak Belukar, Klaim Lahan Masih Milik Mereka

Persoalan lahan seluas 170 hektar yang kini menjadi pusat Pelatihan Gajah BKSDA Wilayah II, Lahat, Desa Padang, Kecamatan Merapi Selatan, tampaknya

Warga Tebas Semak Belukar, Klaim Lahan Masih Milik Mereka
SRIPOKU.COM/Ehdi Amin
Aparat keamanan ketika berkomunikasi dengan warga yang tengah melakukan aktivitas di lahan Pusat Pelatihan Gajah milik BKSDA. 

SRIPOKU.COM , LAHAT - Persoalan lahan seluas 170 hektar yang kini menjadi pusat Pelatihan Gajah BKSDA Wilayah II, Lahat, Desa Padang, Kecamatan Merapi Selatan, tampaknya belum ada titik terang. Pasalnya, Rabu (26/12) puluhan warga mayoritas ibu-ibu dan orang tua kembali mendatangi lokasi tersebut.

Berita Lainnya:
Gerombolan Gajah Liar Masuki Kebun Warga di Muba
Kawanan Gajah Liar Rusak Perkebunan Warga di Kecamatan Batanghari Leko Kabupaten Musi Banyuasin

Mereka bukan hanya datang, tetapi juga melakukan sejumlah aktivitas. Mulai dari menebas rumput dan semak belukar hingga membersihkan pohon-pohon yang ada.

Ini mereka lakukan karena menilai lahan tersebut masih milik warga Desa Padang, Merapi Timur.

Bastawi, salah satu warga, mengatakan ada sekitar 170 ha lahan yang sebelumnya adalah milik warga. Pihaknya terpaksa melakukan penebasan karena lahan tersebut awalnya milik mereka.

"Namun pada tahun 90-an ternyata menjadi lahan BKSDA," kata Bastawi.

Rumah Kucing, Wahana Baru Bird Park OPI Jakabaring Palembang, Ajak Main Kucing Lucu Berbagai Jenis

Jarang Tampil di TV, Tapi Lihat Tarif Manggung Nella Kharisma Per Bulan, Via Vallen Kalah Saingan?

3 Manfaat Menggunakan Serum Wajah Setiap Hari, Lebih Penting dari Pelembab!

Pulang Ibadah Umrah, Via Vallen Pamer Penampilan Baru, Lebih Religius Bahkan Kini Berhijab

Aktivitas terhenti setelah puluhan aparat Polres Lahat, Kodim 0405 Lahat dan Pemerintah Daerah setempat mengajak warga untuk tenang serta menyelesaikan masalah ini secara baik- baik.

"Kami sebagai aparat penegak hukum tentu akan menindak warga yang melalukan perbuatan melanggar hukum. Untuk itu kami meminta kepada masyarakat agar meluruskan masalah ini. Masyarakat bisa mengadu ke DPRD maupun Pemerintah Kabupaten," ungkap Kapolres Lahat AKBP Ferry Harahap.

Setelah dilakukan imbauan dan komunikasi oleh pihak Polres Lahat, Koramil dan pihak kecamatan, warga akhirnya pulang ke rumah masing- masing. (cr22)

===

Penulis: Ehdi Amin
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved