PT Pusri Lampaui Target Produksi, Amonia 108 persen, Urea 107 persen

PT Pusri Palembang tahun 2018 ini, mencatat kinerja memuaskan dengan melampaui target RKAP (Rencana Kerja Anggaran Perusahaan) untuk produksi Urea dan

PT Pusri Lampaui Target Produksi, Amonia 108 persen, Urea 107 persen
SRIPOKU.COM/ZAINI
Direktur Utama PT Pusri Mulyono Prawiro didampingi jajaran Direksi dan Komisaris PT Pusri, melakukan pengantongan terakhir tahun 2018 dan pengantongan perdana 2019 di pabrik PT Pusri Palembang, Selasa (25/12/2018). 

SRIPOKU.COM , Palembang - PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang tahun 2018 ini, mencatat kinerja memuaskan dengan melampaui target RKAP (Rencana Kerja Anggaran Perusahaan) untuk produksi Urea dan Amonia. Realisasi produksi Amonia mencapai 1.532.570 ton atau 108 persen dari RKAP sebesar 1.415.400 ton. Urea sebesar 2.175.200 atau 107 persen dari RKAP 2.027.500.

Berita Lainnya:
HUT ke-59, PT Pusri Gelar Pertandingan Voli Persahabatan Direksi-Muspida Kecamatan IT II Palembang
Harga Gas Tinggi, PT Pusri Sulit Lakukan Revitalisasi Pabrik

Demikian diungkapkan Direktur Utama PT Pusri, Mulyono Prawiro dalam acara Pengantongan Akhir Tahun 2018 dan Pengantongan Awal Tahun 2019, di pabrik PT Pusri Jl Mayor Zen Palembang, Senin (24/12).

Dalam acara yang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) PT Pusri ke - 59 tersebut, Mulyono menyebutkan bahwa selain sukses produksi perusahaan pelopor pupuk urea di Indonesia ini juga mencatat sukses penjualan. " Disamping sukses realiasi penyaluran PSO (Public Service Obligasi/ alias pupuk subsidi) sebesar 1.300 ribu ton, kita juga berhasil menjual habis semua produksi, " katanya.

Semua itu kata Mulyono adalah berkat kerja keras dan kerja cerdas dari seluruh karyawan PT Pusri baik dari devisi produksi mau pun pemasaran. "Dalam kondisi yang penuh tantangan baik terkait bahan baku gas yang masih relatif mahal dibandingkan pesaing, serta kondisi pabrik yang umumnya tua PT Pusri masih mampu mencapai hasil bersih melampaui target, " katanya.

Karena itu, kata Mulyono,menyongsong tahun 2019 ,dimana kondisi atau situasi perekonomian dan bisnis secara regional dan internasional yang diperkirakan belum jauh berbeda dengan kondisi 2018, alias belum stabil. Maka suka tidak suka PT Pusri harus terus menjalankan efisiensi dan melakukan inovasi, disamping upaya revitalisasi pabrik.

"Efisiensi dalam kegiatan produksi sangat penting karena akan berpengaruh pada daya saing produk di pasar. Sedangkan efisiensi perlu untuk menjawab perubahan perubahan yang terjadi di pasar, " katanya.

Karena itu, dalam kerangka inovasi tersebut maka proyek pabrik NPK akan terus dilanjutkan proses pembangunan dan pengembangannya. "Proyek NPK adalah salah satu jawaban atas mulai jenuhnya pasar Urea, " katanya.

Menyongsong tahun 2019, PT Pusri harus lebih fokus lagi. Pusri harus mampu mencermati iklim bisnis yang disita masih belum stabil. Situasi ekonomi regional dan internasional akan mempengaruhi perekonomian nasional. Dan PT Pusri juga harus lebih giat lagi, karena pada tahun 2019 pemerintah mengurangi jatah PSO dari sebelumnya sebesar 1.300 ribu ton.

Menyambut era digital, PT Pusri juga harus melakukan transformasi. "Perubahan perubahan bisnis sedang terjadi baik regional atau pun internasional, maka Kit juga harus mau berubah dan beradaptasi dengan perubahan tersebut, " katanya.

Menurutnya teknologi adalah satu keniscayaan yang bisa mendorong tercapainya efisiensi operasional dan menghasilkan produk yang kompetitif dan berkualitas.

"Karena itu PT Pusri baru saja meluncurkan e-Pas, yang merupakan bisnis baru dalam fertilizer (bisnis pupuk dan pemupukan, red)," kata Mulyono. Sistem e-PAS (Pusri Agribusiness Solution) sebagai solusi bagi permasalahan pertanian dan agroindustri. e-PAS merupakan platform bisnis baru Pusri dalam era revolusi industri 4.0. Order pembelian produk e-PAS dapat dilakukan secara online sehingga menjamin layanan dapat diberikan lebih transparan, lebih cepat dan efisien.

Menurutnya PT Pusri harus mampu menghasilkan produk produk baru, bahkan kalau bisa setiap tahun Pusri menghasilkan produk baru.

Tepat di hari jadi yang ke-59, Pusri meresmikan Pilot Plant Pupuk Hayati Bioripah dan Pupuk Mikro Nutremag. "Produk ini merupakan produk hasil riset Pusri yang berguna untuk meningkatkan kesuburan tanah, karena bahan baku yang digunakan dapat diperbaharui dan merupakan produk ramah lingkungan," katanya. (az)

===

Penulis: Azwir Ahmad
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved