News Video Sripo

Pegawai PT KAI Jadi Dalang Pencurian Pengikat Rel Kereta, Ini Alasannya

Istilah jeruk makan jeruk mungkin tepat digunakan untuk pelaku Robin (40) dan Alex Aminuddin (23) dua karyawan PT KAI ini.

Laporan wartawan Sripoku, Ardani Zuhri

SRIPOKU.COM, MUARAENIM --- Istilah jeruk makan jeruk mungkin tepat digunakan untuk pelaku Robin (40) dan Alex Aminuddin (23) dua karyawan PT KAI ini.

Seharusnya sebagai karyawan adalah menjaga asetnya, namun kenyataannya ia malah mencuri dan menjualnya untuk kepentingan pribadi.

Menurut Kapolres Muaraenim AKBP Afner Juwono SiK SH mengatakan, Selasa (25/12/2018), bahwa aksi pencurian sudah sering terjadi namun tidak pernah tertangkap karena pelakunya adalah orang dalam.

Karena sering kehilangan, akhirnya pihak PT KAI bersama Polres Muaraenim membentuk tim untuk mengungkap pelaku pencurian tersebut.

Setelah satu bulan melakukan penyelidikan akhirnya berhasil diungkap. Dan yang mengagetkan lagi pelakunya adalah karyawan PT KAI sendiri. Adapun lokasi pencuriannya di jalur kereta api KM 375 – KM 377 di Desa Panang Jaya, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muaraenim.

"Robin itu Kasatker di Resor III 16 PT KAI di Ujanmas, kalau Alex itu buruh harian di PJKA," ujar Kapolres.

Dan berdasarkan keterangan saksi-saksi bahwa yang melakukan penjualan Pendrol dan Solder tersebut adalah karyawan PT KAI sendiri yang bernama Robin dan Alex Aminudin.

Akibat aksi pencurian Pendrol dan Solder tersebut sekitar 700 buah Pendrol dan Solder yang ditaksir mencapai Rp 18 juta.

Saat ini, lanjut Kapolres, para tersangka telah di amankan dengan barang bukti satu buah karung plastik yang berisi 30 buah pendrol dan satu buah karung plastik berisi 124 buah Solder.

Atas perbuatannya keduanya akan di kenakan pasal 374 KUHP atau pasal 372KUHP dengan ancaman lima tahun kurungan penjara. Saat ini, kedua pelaku dan barang bukti telah diamankan guna pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara itu menurut pengakuan kedua pelaku, mereka menyesal telah melakukan perbuatan tersebut. Mereka terpaksa melakukannya karena terdesak kebutuhan ekonomi sehari-hari.

===

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Igun Bagus Saputra
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved