Tiga Unit Rumah Terbakar, 4 Warga Ogan Komering Ilir Terpanggang

Tiga unit rumah di tempat terpisah hangus terbakar. Dalam musibah ini empat orang warga tewas terpanggang, karena diduga tidak sempat menyelamatkan

Tiga Unit Rumah Terbakar, 4 Warga Ogan Komering Ilir Terpanggang
SRIPOKU.COM/LENI JUWITA
Ilustrasi. 

SRIPOKU.COM , KAYUAGUNG - Tiga unit rumah di tempat terpisah hangus terbakar. Dalam musibah ini empat orang warga tewas terpanggang, karena diduga tidak sempat menyelamatkan diri saat kobaran api dengan cepat membesar.

Berita Lainnya:
Rumah Terbakar, Dosen Universitas Taman Siswa Palembang Ini Nyaris Tewas Terjebak Api
Televisi Meledak Satu Rumah Terbakar, BPBD OKUT Langsung Bergerak Cepat

Rumah yang terbakar itu milik H Zaini (78) di Desa Bumi Agung Kecamatan Tanjung Lubuk Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), terbakar Minggu (23/12/2018) dini hari. Akibatnya, Cika (75) istrinya meninggal dunia, karena tidak sempat menyelamatkan diri. Korban mengalami luka serius di sekujur tubuhnya.

Di tempat terpisah, Minggu (23/12/2018) pukul 01.30, warga LK 8 Kelurahan Jua-jua Kecamatan Kayuagung OKI,juga mendapat musibah kebakaran. Rumah milik Raden Ahmad (44) pegawai PT Campang Tiga yang dihuni tiga anaknya tidak bisa menyematkan diri dari kobaran api yang telah menghanguskan rumahnya.

Korban yang meninggal dunia yakni, Sunarsi (38) istri Raden Ahmad, Wahyu Bin Raden Ahmad (11) pelajar kelas 6 SDN Muara Baru dan Rehan Bin Raden Ahmad (8) pelajar Kelas 2 SDN Muara Baru Kayuagung.

Sejauh ini belum diketahui asal muasal api yang menyebabkan rumah milik Raden Ahmad ini terbakar. Aparat kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan. Sedangkan rumah di Desa Bumi Agung, Kecamatan Tanjung Lubuk, ludes terbakar diduga disebabkan arus pendek listrik.

Kapolres OKI, AKBP Donni Eka Syaputra SH SIk MM melalui Kasubag Humas, Ipda Suhendri SH membenarkan, adanya dua peristiwa kebakaran di wilayah hukum Polres OKI tersebut. "Untuk peristiwa di Tanjung Lubuk, ada dua unit rumah yang terbakar yakni rumah milik H Zaini dan Ahmad Nasir (40), yang disebabkan oleh arus pendek listrik," jelasnya.

Sementara untuk kejadian di Kelurahan Jua-Jua Kayuagung, lanjut Suhendri, pihaknya masih melakukan penyelidikan lantaran belum diketahui secara pasti apa yang memicu terbakarnya rumah milik Raden Ahmad tersebut. "Penyebabnya masih dicari tahu. Namun yang jelas kita turut prihatin dan berbela sungkawa atas peristiwa ini," kata Suhendri.

Hal senada dikatakan Camat Kayuagung, Dedi Kurniawan SSTP. Pihaknya turut berbela sungkawa atas peristiwa yang dialami keluarga besar Raden Ahmad tersebut. “Semoga pihak keluarga diberikan ketabahan dan kekuatan untuk menjalani cobaan dari Allah SWT ini,” tutur Dedy seraya menyebutkan, para korban sudah dikebumikan di tempat pemakaman umum keluarga.

Sementara mobil pemadam kebakaran yang tidak jauh dari tempat kejadian tidak mampu menjinakan api. "Mobil kebakaran tidak bisa menyelamatkan orang di dalam rumah sehingga tewas tidak bisa diselamatkan," kata warga sekitar yang berang terhadap tugas pemadam kebakaran. (mbd)

Penulis: Mat Bodok
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved