Besok Pasar Murah di Griya Agung, BI Kordinasi Awasi Harga Barang

TPID Sumsel bersama dengan Satgas Pangan Sumsel memastikan harga dan ketersediaan pasokan komoditas pangan jelang Natal dan akhir tahun 2018 aman dan

Besok Pasar Murah di Griya Agung, BI Kordinasi Awasi Harga Barang
SRIPOKU.COM/RANGGA ERFIZAL
Ilustrasi - Suasana pasar Murah. 

SRIPOKU.COM , PALEMBANG - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumsel bersama dengan Satgas Pangan Sumsel memastikan harga dan ketersediaan pasokan komoditas pangan jelang Natal dan akhir tahun 2018 aman dan mencukupi kebutuhan. Beragam aktivitas juga dilakukan untuk mengawasi jika ada oknum pedagang yang nekat menaikkan harga secara signifikan.

Berita Lainnya:
Peringati HUT ke-41, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Muaraenim Gelar Pasar Murah
Jelang Hari Raya Idul Adha Dinas Pertahanan Pangan dan Peternakan Gelar Pasar Murah

Asisten Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Pemprov Sumsel, Yohannes H Toruan, pihaknya akan terus memantau kondisi pasar menghadapi momen Tahun Baru dan Natal ini. Jika nantinya ada kondisi ekstrem, TPID akan melakukan operasi pasar dan inspeksi harga.

Kegiatan pasar murah dan bazar pun akan dilaksanakan guna menyediakan kebutuhan komoditas pokok dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat. Untuk waktu dekat pasar murah pun akan digelar pada Sabtu (22/12) mendatang bertempat di Griya Agung.

"Tujuannya adalah agar bisa memenuhi permintaan bahan pangan dari masyarakat. Jelang pilpres pun kami jamin ketersediaan tetap aman dan harganya tetap terkendali," kata Yohannes, Kamis (20/12).

Sementara itu, Hari Widodo selaku Pjs Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Sumsel mengatakan bank sentral pun secara aktif terus berkoordinasi dengan dinas terkait seperti dinas perdagangan, dinas pertanian, dinas pertanian, serta Perumahan Bulog. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pihak TPID agar pasokan tetap mencukupi.

Merujuk pada kondisi terakhir pada November lalu, inflasi Sumsel tercatat relatif terkendali yaitu sebesar 1,83 persen secara year to date (ytd) atau 2,47 persen secara year on year (yoy). Angka tersebut pun lebih rendah jika dibandingkan dengan inflasi nasional sebesar 2,50 persen year to date (ytd) atau 3,23 persen secara year on year (yoy).

Capaian inflasi tersebut juga mencatatkan sebagai angka inflasi terendah selama tahun 2018 dan berada di bawah rentang target inflasi nasional 3,5 ± 1 persen (yoy).

"Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, TPID Sumsel optimistis bahwa inflasi selama tahun 2018 akan tetap terjaga dalam rentang target pencapaian inflasi yang ditetapkan pemerintah," jelas Hari.

Berdasarkan pantauan BI di lima pasar tradisional di Kota Palembang seperti Pasar Km 5, Pasar Cinde, Pasar 26 Ilir, Pasar Sekanak, serta Pasar Lemabang hingga pekan ketiga pada Desember ini pun tidak ada kenaikan secara signifikan. Kalaupun ada kenaikan, masih di bawah perkiraan dan tidak terjadi di semua komoditas. Ia pun mengimbau pada masyarakat agar tidak mudah termakan isu kenaikan harga dari pihak yang tidak bertanggungjawab.

Masih dikatakan Hari, Perum Bulog Divre Sumsel dan Babel juga siap menjaga ketersediaan komoditas pangan di Sumsel dengan menyediakan stok beras yang dapat memenuhi pasokan hingga 7,2 bulan ke depan. Selain itu, stok gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, dan daging tersedia dalam jumlah yang cukup. (mg3)

===

Penulis: Jati Purwanti
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved