Berita Palembang

Perekonomian Sumsel Diprediksi Terjadi Perlambatan Tahun Depan. Faktor Ini Penyebabnya

Bank Indonesia (BI) memprediksi perekonomian Sumsel 2019 akan tumbuh pada kisaran 5,6 persen-6 persen

Perekonomian Sumsel Diprediksi Terjadi Perlambatan Tahun Depan. Faktor Ini Penyebabnya
IST
Gubernur Sumsel Herman Deru berpose bersama Pjs Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Sumsel, Hari Widodo dan jajaran pejabat BI pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) di Grand Ballroom The Arista Hotel Palembang, Selasa (18/12/2018). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Jati Purwanti

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Bank Indonesia (BI) memprediksi perekonomian Sumsel 2019 akan tumbuh pada kisaran 5,6 persen-6 persen year on year (yoy) atau sedikit melandai dibandingkan 2018.

Perlambatan pertumbuhan ekonomi Sumsel ini utamanya disebabkan oleh kondisi eksternal yang menunjukkan pelemahan.

Penurunan pertumbuhan ekonomi dunia, seperti risiko perang dagang, penurunan perdagangan dunia, serta tren perlambatan pertumbuhan ekonomi negara tujuan ekspor utama diperkirakan, menjadi faktor utama perlambatan ekonomi Sumsel.

Hal ini diperkirakan berdampak pada kinerja komoditas unggulan Sumsel seperti karet, batubara, dan kelapa sawit.

“Pertumbuhan akan lebih tinggi dari kisaran apabila beberapa proyek strategis seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api dapat segera direalisasikan,” ujar Pjs Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Selatan Hari Widodo pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) di Grand Ballroom The Arista Hotel Palembang, Selasa (18/12/2018).

Melalui catatan BI perekonomian Sumsel terus meningkat sejak 2017, bahkan pada triwulan III 2018 ini pertumbuhan mencapai 6,14 persen yoy atau tertinggi selama lima tahun terakhir.

Sedangkan, laju inflasi Sumsel November 2018 tercatat sebesar 1,83 persen ytd atau 2,47 persen yoy, terendah selama tahun 2018.

Hari menerangkan, sebelumnya pemerintah daerah juga telah melakukan beberapa perbaikan Current Account Defisit (CAD) bisa melalui akselerasi industri hilir serta perbaikan sektor pariwisata Sumsel.

"Upaya ini meliputi peningkatan ekspor perlu dilakukan melalui pengembangan industri hilir yang menyasar pada peningkatan nilai produk yang memberikan nilai tambah tinggi sehingga berdampak kepada neraca perdagangan. Sektor pariwisata merupakan sektor yang secara langsung dapat menambah pemasukan devisa melalui konsumsi wisatawan mancanegara,” terang Hari.

Halaman
12
Penulis: Jati Purwanti
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved