Pengangguran Terdidik, Gengsi Harga Mati

Pemerintah menetapkan kuota CPNS cukup besar di tahun 2018 mencapai 238.015 kursi (Permen PAN-RB Nomor 36 Tahun 2018

Pengangguran Terdidik, Gengsi Harga Mati
ist
Rika Yurista

Pengangguran Terdidik, Gengsi Harga Mati
Oleh : Rika Yurista
Kepala Seksi Statistik Sosial Badan Pusat Statistik Kabupaten Lahat
Pemerintah menetapkan kuota CPNS cukup besar di tahun 2018 mencapai 238.015 kursi (Permen PAN-RB Nomor 36 Tahun 2018.

Kriteria Penetapan Kebutuhan PNS dan Pelaksanaan Seleksi CPNS 2018).

Pelamar CPNS hampir dua kali lipat lebih banyak dari jumlah kursi yang tersedia. Sebagian besar berpendidikan tinggi sarjana hingga minimal setingkat SMA.

Pertanyaanya, jika mengganggap semua lulus perguruan tinggi itu baik dan berkualitas dalam dunia kerja, apakah sampai disitu masalah pengangguran teratasi?

Persoalan sederhana timbulnya pengangguran adalah tidak seimbang antara demand dan supply tenaga kerja.

Pencari kerja yang sangat berkeinginan menjadi PNS, tidak akan mampu memenuhi ketersediaan lapangan kerja sebagai PNS.

Ironisnya, jika mereka gugur dalam seleksi CPNS, kemudian tetap bersikeras untuk menjadi PNS, maka mereka akan rela menunggu kesempatan ditahun berikutnya.

Tidak ada jaminan bagi mereka untuk mencari pekerjaan lain.

Sehingga dipastikan, jika mereka semua berpikir seperti itu, maka terjadilah penumpukan permintaan tenaga kerja sebagai PNS yang berlatar belakang tingkat pendidikan, kecakapan, atau keahlian khusus  untuk bidang pekerjaan tertentu.

Dari sini, mungkin kita akan memahami timbulnya pengangguran terdidik.

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved