Dua Kecamatan Muba Terendam Banjir

Hingga kini, puluhan desa di Kecamatan Sanga Desa dan Babat Supat (Muba) masih terendam banjir, akibat hujan dan naiknya permukaan air Sungai Musi,

Dua Kecamatan Muba Terendam Banjir
SRIPOKU.COM/Fajeri Ramadhoni
BANTUAN --Dinsos Muba pada saat memberikan bantuan sembako kepada korban banjir di dia kecamatan. 

SRIPOKU.COM , SEKAYU - Hingga kini, puluhan desa di Kecamatan Sanga Desa dan Babat Supat (Muba) masih terendam banjir, akibat hujan dan naiknya permukaan air Sungai Musi, sehingga warga masih bertahan di rumah dan tempat pengungsian. Untuk mencukupi kebutuhan konsumsi dan pangan korban banjir, Dinas Sosial (Dinsos) Muba membagikan 850 paket Sembako, Selasa (18/12).

Berita Lainnya:
Duren Lubuklinggau Membanjir di Banyuasin. Harganya Mulai Dari Rp 10 ribu
Waspada Pelemparan Batu dan Banjir, Angkutan Kereta Natal dan Tahun Baru

Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Muba, Drs H Muhammad Jaya mengatakan, paket sembako disalurkan ke Kecamatan Sanga Desa sebanyak 350 paket dan untuk warga korban banjir di Kecamatan babat Supat berjumlah 235 paket.

Bantuan diberikan langsung kepada korban banjir di Desa Air Balui, SP1, SP2, SP3 dan Keban 1. Semua berada di Kecamatan Sanga Desa. "Untuk Kecamatan Babat Supat, tim juga membagikan kepada warga di Desa Air Tengulang," kata Jaya.

Bantuan yang disalurkan merupakan instruksi bupati dengan tujuan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir. Dinas Sosial terus mendata masyarakat yang terdampak banjir," katanya.

Sementara, Abdul (55) warga Desa Air Balui mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Muba atas bantuan yang telah diberikan.

"Alhamdulillah, hari ini kami sudah dapat bantuan beras, mi instan, gula, gandum dan bahan kebutuhan lainnya seperti obat-obatan," katanya.

Terpisah, Kepala BPBD Muba, Haryadi Karim, mengatakan bahwa saat ini kondisi air sungai musi mulai mengalami kenaikan setelah tim melakukan pengecekan pada kawasan rawan banjir. Pengecekan kondisi air sendiri melalui TMA, dimana digunakan untuk menentukan status air.

"Kita mengimbau kepada seluruh masyarakat Muba, khususnya warga yang berada di bantaran sungai agar selalu waspada, karena bencana banjir dan tanah logsor, kapanpun bisa terjadi," katanya, seraya menambahkan, Dinsos mensiagakan call center 24 jam yang didirikan untuk kesiapsiagaan darurat bencana. Nomor kontak 0714-3330029 dan kantor PUSDALOPS-PB 0714-3330183. (cr13)

===

Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved