Unjuk Rasa Rompi Kuning di Perancis Akibatkan Euro Anjlok

Nilai tukar mata uang euro anjlok terhadap dollar AS pada Jumat (14/12/2018). Ini sejalan dengan survei ekonomi Perancis dan Jerman yang mengecewakan

Unjuk Rasa Rompi Kuning di Perancis Akibatkan Euro Anjlok
BBC
Ilustrasi mata uang euro 

SRIPOKU.COM , LONDON - Nilai tukar mata uang euro anjlok terhadap dollar AS pada Jumat (14/12/2018). Ini sejalan dengan survei ekonomi Perancis dan Jerman yang mengecewakan pasar.

Dikutip dari BBC, di Perancis, kegiatan sektor bisnis swasta terkontraksi untuk pertama kalinya dalam 2,5 tahun sejalan dengan dampak aksi unjuk rasa rompi kuning. Sementara itu di Jerman, kegiatan bisnis swasta terkontraksi melambat ke level terendah dalam 4 tahun.

Berita Lainnya:

Korut Berulah, Kurs Euro Naik ke Level Tertinggi dalam 1,5 Tahun

Dengan Fitur Pengaman Mutakhir, Uang Kertas 50 Euro Baru

Dua survei tersebut mengindikasikan outlook pertumbuhan ekonomi yang lemah di dua ekonomi terbesar Eropa tersebut pada kuartal IV 2018.

Setelah data itu dirilis, nilai tukar euro anjlok 0,6 persen ke level 1,13 dollar AS. Data ekonomi tersebut dirilis oleh IHS Markit yang melacak kegiatan bisnis di penjuru Eropa.

"Data terkini menunjukkan kontraksi di sektor swasta Perancis untuk pertama kalinya dalam 2,5 tahun, menyusul aksi protes yang terjadi di negara itu dalam beberapa pekan terakhir," ujar Eliot Kerr, ekonom IHS Markit.

Dampak aksi unjuk rasa rompi kuning di Perancis dipandang sudah terasa. Pemerintah terpaksa tunduk pada tekanan dan mengubah kebijakan ekonominya.

Presiden Perancis Emmanuel Macron merespon aksi protes dengan memangkas kenaikan pajak bahan bakar dan menjanjikan tambahan upah minimum sebesar 100 euro dan pemangkasan pajak untuk pensiunan.

Penulis: Sakina Rakhma Diah Setiawan
Sumber: BBC

Berita Ini Sudah Diterbitkan di Situs https://ekonomi.kompas.com/ dengan Judul:
Unjuk Rasa Rompi Kuning di Perancis Sebabkan Euro Anjlok

====

Editor: Bejoroy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved