Berita OKU

Kabupaten OKU Dinilai Wilayah Zero Konflik Agama

Ogan Komering Ulu (OKU) merupakan salah satu Kabupaten Zero konflik Agama. menjalin kerjasama antar elemen masyarakat yang berbeda dalam bingkai NKR

Kabupaten OKU Dinilai Wilayah Zero Konflik Agama
SRIPOKU.COM/LENI JUWITA
Rapat Tim Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Agama dalam Masyarakat Kabupaten OKU yang dipusatkan di aula Kantor Kejaksaan Negeri Baturaja Kamis (13/12/2018) 

Laporan wartawan Sripoku.com, Leni Juwita

SRIPOKU.COM.BATURAJA - Ogan Komering Ulu (OKU) merupakan salah satu  Kabupaten  Zero konflik Agama.

Itu semua berkat penduduknya sudah memiliki pemahaman betapa pentingnya menjalin kerjasama antar elemen masyarakat yang berbeda dalam bingkai NKRI.

Hal itu terungkap pada  Rapat Tim Koordinasi  Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Agama dalam Masyarakat Kabupaten OKU yang dipusatkan di aula Kantor Kejaksaan Negeri OKU, Kamis (13/12/2018).

Rapat dipimpin oleh Ketua  Tim yang juga Kepala Kejaksaan Negeri OKU Bayu Pramesti SH. Rapat dihadiri Kasi Intel Kejari OKU Abu Nawas SH , Kakan Kemenag H Ishak Putih, Kaban Kesbangpol diwakili sekretaris Novian Ardi SE. Ketua FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama )  DR Drs H Akhmad Tarmizi SE MT MSI diwakili Ibnu Hasyim.

Ketua  FKDM (Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat) Rohkmat Subeki SAg Msi, Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya OKU Paisol Ibrahim SE MM dan Sekretaris Pariwisata Imron  ST Msi.

“Sampai sekarang agama di Kabupaten OKU Zero konflik,” terang Ketua FKUB OKU diwakili Ibnu Hasyim.

Pendapat yang sama juga disampaikan Ketua  FKDM Kabupaten OKU  Rohkmat Subeki SAg MSi. Ustdaz Rokhmad Subeki  mengajak semua elemen masyarakat lebih berhati-hati dalam menilai  atau menuduh seseorang itu  penganut ajaran sesat sebelum benar-benar melakukan cross check .

Sebab kata Ustadz Subeki,  “Sepanjang ada dalilnya maka yang harus dilakukan  adalah dikuatkan toleransi.” Imbuh Ketua   FKDM. Dikesempatan itu Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat OKU menjelaskan ada 4 ciri-ciri seseorang atau kelompok yang terindikasi  menganut ajaran menyimpang, petrama Cenderung tertutup, kedua pembawa ajaran umumnya datang dari luar, ketiga anggotanya terbatas dan yang ke-empat ada pembai’atan atau sumpah untuk menjaga kerahasiaan.  

Pengurus DWP OKU Bagi-bagi Hadiah

Temui FKPD dan Tokoh Agama, HD Pastikan Sumsel Bebas Konflik

Solidaritas Perempuan Palembang Tuntut Pemerintah Selesaikan Konflik Agraria

Kedepan kata Ustadz Subeki, FKDM dan pihak terkait  mentargetkan akan melakukan sosialisasi seluas-luasnya kepada RT dan Kepala Desa diseluruh wiayah OKU.  

Untuk memberikan pemahaman kepada para  aparat pemerintahan desa tentang upaya cegah dini masuknya faham-faham sesat atau menyimpang. Karena di RT-RT lah yang harus proaktif mendata keluar masuknya tamu-tamu atau warga baru.

Apabila pintu masukmnya sudah dikunci rapat maka, tidak akan ada yang berani mebyebarkan faham-faham yang menyimpang.

Sementara itu Kajari  OKU Bayu Pramseti Sh dadampingi Kasi Intel Abunawas SH  menghimbau agar pertemuan dan koordinasi serupa ini rutin dilakukan untuk menjaga kondisi Kabupaten  yang berjuluk Bumi sebimbing Sekundang ini agar senantiasa kondusif.

Penulis: Leni Juwita
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved