Stres Akibat Pekerjaan, Berikut 3 Hal Penting yang Perlu Dilakukan

Stres yang tidak dapat dikelola ini juga dapat menimbulkan berbagai penyakit menular maupun tidak menular.

Stres Akibat Pekerjaan, Berikut 3 Hal Penting yang Perlu Dilakukan
Ekonomi Kompas
Ilustrasi stres karena pekerjaan yang terlalu padat 

SRIPOKU.COM-- Banyak dari kita yang pernah mengalami stres saat bekerja.

Akibat stres, sering kali apa yang dikerjakan hasilnya menjadi tidak maksimal, bahkan bisa berantakan.

Penelitian yang pernah dilakukan Program Studi Magister Kedokteran Kerja, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) terhadap para pekerja kantor di Indonesia pada tahun 1990-an menunjukkan, sekitar 30% karyawan pernah mengalami stres di tempat kerja dengan beragam keluhan mulai dari yang ringan sampai berat.

Ilustrasi
Ilustrasi (Tribunjogja.com)

Sampai saat ini pun, kesehatan mental di lingkungan kerja masih menjadi sorotan, terutama oleh Kementerian Kesehatan RI.

Hal tersebut dikatakan oleh drg. Kartini Rustandi, M.Kes, selaku Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga, Kementerian Kesehatan RI dalam acara Media Briefing 'Pentingnya Implementasi Budaya K3 dalam Lingkungan Kerja', Selasa (11/12/2018) di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta Selatan.

"Saat ini, mental health sudah menjadi salah satu fokus dari Kementerian Kesehatan, karena banyak sekali kasus-kasus gangguan kejiwaan, bukan berarti gila ya. Banyak (karyawan) yang datang mengeluhkan sakit ini padahal sebetulnya bukannya sakit, tapi stres yang menimbulkan rasa sakit," ungkap Kartini.

Ilustrasi
Ilustrasi (Ekonomibisnis.kompas.com)

Kementerian Kesehatan RI yang kini mengasosiasikan pentingnya budaya K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), melalui Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga, juga memiliki program dimana seseorang dapat mengelola stres.

Contohnya, karyawan diberi waktu untuk melepaskan kepenatan atau stres akibat pekerjaan.

"Contohnya Kemenkes memberikan fasilitas fitnes center, saat olahraga kita akan melakukan aktivitas yang mengeluarkan endorfin atau hormon rasa senang," terang Kartini.

Kartini juga mengatakan berbagai upaya dapat dilakukan untuk mengelola stres di lingkukan kerja.

Halaman
12
Editor: ewis herwis
Sumber: Nakita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved