'Saya Terjebak Banjir Dua Jam', Sejumlah Jalan Macet Total

Hujan yang mengguyur Kota Palembang mulai pukul 15.00 kemarin, kembali membuat suasana kota pempek ini kacab. Hampir seluruh jalan dalam kota terdapat

'Saya Terjebak Banjir Dua Jam', Sejumlah Jalan Macet Total
https://www.facebook.com/zoel.karnain.395
Ilustrasi - Hujan deras sekitar pukul 3 sore membuat genangan air di depan IP Palembang (10/12/2018). 

SRIPOKU.COM , PALEMBANG -- Hujan yang mengguyur Kota Palembang mulai pukul 15.00 kemarin, kembali membuat suasana kota pempek ini kacab. Hampir seluruh jalan dalam kota terdapat titik banjir cukup parah, mulai dari Jalan Jenderal Sudirman, Veteran, Demang Lebar Daun, Kapten A Rivai, Kol Barlian, Basuki Rahmat, R Soekamto, Mayor Ruslan, A Yani, dan lainnya.

Berita Lainnya:
Kantor Gubernur Dikepung Banjir, Gubernur Sumsel Herman Deru Periksa Kondisi Pompa Sungai Baung
Kota Palembang Diguyur Hujan Deras Disertai Angin Kencang dan Geledek, Sejumlah Kawasan Banjir

Akibatnya, lalu lintas kendaraan macet total. Di depan kantor Pemprov Sumsel misalnya, hujan baru 15 menit, air sudah mulai menggenang jalan.

Sejumlah titik banjir terpantau antara lain, depan Pemprov, samping depan rumah dinas Panglima Kodam, depan Pengadilan Tinggi (PT) Sumsel, simpang Polda, depan Izzudin Demang Lebar Daun, Km-5, punti kayu, Km-8 Jalan Kol Barlian, depan Alfurqon R Soekamto, dekat IBA, dan lainnya. "Saya tadi dua jam terjebak macet di Jalan Sudirman," ujar Hadi, seorang pengendara.

Arus lalu lintas makin parah, karena sejumlah kendaraan mogok, baik motor maupun mobil. Akibatnya, kendaraan lain ikut tak bisa lewat, sehingga harus didorong jasa warga yang ada di sekitar kejadian. "Belum ada solusinya banjir di Palembang ini," kata Wiwik, pengendaran lainnya.

Sementara itu, di Km-5, warga terpaksa menjebol marka taman LRT, untuk mengalirkan air. Karena, marka tersebut menghalangi laju air ke tempat rendah. Padahal, sebelumnya memang di kawasan tersebut ada bagian marka jalan yang dibiarkan terbuka untuk dapat dilalui air saat hujan.

"Kamu buka maka ini, karena air tak bisa mengalir, sehingga jalul ini tergenang. Kasihan pengendara yang banyak mogok," ujar seorang warga yang sedang menggali marka jalan tersebut.

Lain lagi di bawah stasiun LRT simpang Pakko, material tanah dan batu dari jalan bagian atas, ikut terbawa air ke bagian jalan yang lebih rendah. Bahkan, tanah-tanah di bawah stasiun LRT itu jebol dan ikut hanyut. "Bahaya kalau dibiarkan begini. Harus segera dicari jalan keluarnya, agar bila hujan jalan tak ikut banjir dan terhalang material," ujar Azwir, pengendara asal Kenten.

Sementara banjir di simpang Polda Sumsel juga mengakibatkan macet di Jalan Demang Lebar Daun, kendaraan dari arah Bukit menuju Jalan Basuki Rahmat mengelular hingga ke depan Gria Agung. Begitu juga sebaliknya, kendaraan dari simpang Polda menuju Griya Agung juga macet, karena ekor macet di sebelahnya yang menyebabkan terkunci di lampu merah simpang Angkatan 45. "Kacau-kacau semua.

Harus bersama-sama berniat mengurangi persoalan macet dan banjir ini. Ini akan menyebabkan banyak kerugian," ujar Toni, pengusaha percetakan yang mengaku ikut terjebak banjir di depan kantor Pemprov Sumsel. (ust)

====

Penulis: Rustam Imron
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved