Perang Bunga Deposito Mengarah ke Tidak Sehat

Perebutan dana perbankan di pasar semakin sengit. Tak sedikit pula perbankan yang agresif menaikkan tingkat bunga deposito guna mengamankan likuiditas

Perang Bunga Deposito Mengarah ke Tidak Sehat
kontan.co.id
Ilustrasi.

SRIPOKU.COM , JAKARTA - Perebutan dana perbankan di pasar semakin sengit. Tak sedikit pula perbankan yang agresif menaikkan tingkat bunga deposito guna mengamankan likuiditas jelang akhir tahun 2018.

Namun perang bunga deposito kini mulai mengarah ke tidak sehat. Seperti dilansir Kontan.co.id , seorang bankir menyebut bunga deposito special rate di pasar sudah mulai di luar kendali.

Berita Lainnya:
Bank-bank BUMN Segera Turunkan Suku Bunga Deposito
Bunga Deposito Bank Swasta Masih yang Tertinggi

Menurut dia, ada beberapa bank besar terutama di kategori BUKU III dan BUKU IV yang tak segan-segan memasang bunga special rate deposito sebesar 9 persen untuk tenor satu bulan dan tiga bulan.

Hal ini praktis sudah lebih tinggi dibandingkan rata-rata special rate deposito yang pernah disampaikan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) per awal September 2018 lalu. Kala itu, LPS menyebut special rate BUKU IV sudah sebesar 6,91 persen dan BUKU III mencapai 7,17 persen. Sementara BUKU II 6,91% persen dan BUKU I bertengger di 6,9 persen.

Rata-rata bunga deposito di industri menurut LPS ada di kisaran 7 persen. Per 9 November LPS mencatat rata-rata suku bunga deposito special rate industri perbankan untuk tenor satu bulan saat ini sudah mencapai 7,08 persen. Tingkat bunga tersebut naik dari posisi pada September 2018 yang mencapai 7,02 persen.

Nah berdasarkan klasifikasi per BUKU, deposito berbunga khusus pada awal November 2018 memang naik. Data LPS menunjukan BUKUI, II, III, dan IV masing-masing mencatatkan suku bunga special rate pada level 6,96 persen, 6,98 persen, 7,28 persen, dan 6,98 persen.

BUKU III masih menjadi kelompok bank yang menawarkan bunga simpanan paling tinggi dibandingkan dengan kelompok bank lainnya.

Beberapa bank sengaja menaikkan suku bunga special rate untuk mempertebal likuiditas, disamping itu hal ini juga dilakukan agar tingkat aset bank pada akhir tahun bisa melejit naik. Terutama pada bank besar dan menengah (BUKU III).

"Nasabah yang punya dana besar ada yang menawarkan 9 persen, dan diambil sama banknya. Buat menjaga likuiditas akhir tahun sekaligus windows dressing bank supaya kelihatan asetnya besar," ujar sumber Kontan yang tak mau disebutkan namanya, Senin (10/12/2018).

Halaman
123
Editor: Bejoroy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved