Berita Ogan Ilir

Charoen Pokphand Peduli Guru di Ogan Ilir

tenaga pendidik guru tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Ogan Ilir (OI) mengikuti pelatihan pendidikan karakter

Charoen Pokphand Peduli Guru di Ogan Ilir
SRIPOKU.COM/BERI SUPRIYADI
Sejumlah tenaga pendidik tingkat SD, SMP di Kabupaten Ogan Ilir, mengikuti kegiatan pelatihan pendidikan karakter yang berlangsung di Hotel Ilaya Timbangan Indralaya Ogan Ilir. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Beri Supriyadi

SRIPOKU.COM, INDRALAYA - Puluhan tenaga pendidik guru tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Ogan Ilir (OI) mengikuti pelatihan pendidikan karakter bangsa yang diselenggarakan oleh Charoen Pokphand Foundation Indonesia melalui kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR).

Charoen Pokphand merupakan perusahaan tanah air bergerak dibidang agribisnis yang memproduksi peralatan peternakkan, pengembangbiakkan ternak, serta pengolahan ayam ternak.

Kegiatan pelatihan pendidikan yang diberikan manajemen Charoen Pokphand kepada guru-guru di Kabupaten OI berlangsung selama dua hari sejak Senin (10/12) hingga 12 Desember, di Hotel Ilaya Timbangan Indralaya.

Selama proses pembekalan pelatihan pendidikan karakter bangsa kepada guru atau tenaga pendidik, pihak Charoen Pokphand bekerjasama dengan Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Jawa Tengah.

Sekjend Charoen Pokhand Foundation Indonesia Andi Magdalena Siadari SH MH didampingi Manager personalia PGA Area PT Vista Agung Kencana Suwarto mengatakan, pelatihan ini merupakan pelatihan penguatan pendidikan karakter secara bersambung kepada guru terbanyak.

Sama Seperti ASN Umum Lainnya, Sekarang Guru Wajib Mengajar 8 Jam Sehari

Lantik Pengurus Forum CSR Kesos Sumsel, HD Minta Perusahaan Swasta Aktif Salurkan CSR

Pemkab Ogan Ilir Bantu Sepeda Motor untuk Para Kordinator Kecamatan Pendamping PKH

Harapannya setelah diberikan pelatihan ini, kedepannya guru dapat mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam pembelajaran di kelas dan mampu mengelola manajemen kelas.

Pembinaan oleh guru akan menjadi teladan utama pembentukan karakter generasi muda dalam usia mencari jati dirinya.

"Dengan penguatan pendidikan karakter, generasi muda akan bisa memiliki jiwa kejuangan dan nilai-nilai identitas nasional yang kokoh dan terpatri sepanjang hayat dalam rangka menyongsong Generasi Emas Indonesia tahun 2045," ujarnya.

Menurutnya sampai saat ini sudah1800 guru se-Indonesia yang sudah diikutsertakan dalam kegiatan ini.

Dipilihnya guru tujuannya untuk menularkan kepada diri sendiri, teman dan anak didik guna menguatkan karakter berbangsa.

"Pancasila, Bhineka Tunggal Ika. Kita sangat berharap kegiatan ini bermanfaat bagi bangsa, khususnya bagi tenaga pendidik guru," ujar Andi.

Penulis: Beri Supriyadi
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved