Dimakamkan Secara Militer, Serka Chandra Depresi Ditagih Utang

Usai disalatkan di Masjid Nur Huda Komplek Sub Denpom Prabumulih, jenazah Serka Kurniawan Chandra dilepas secara militer, Jumat (7/12/2018). Pemakaman

Dimakamkan Secara Militer, Serka Chandra Depresi Ditagih Utang
Istimewa
Pemakaman Serka Chandra secara militer. 

SRIPOKU.COM , PRABUMULIH - Usai disalatkan di Masjid Nur Huda Komplek Sub Denpom Prabumulih, jenazah Serka Kurniawan Chandra dilepas secara militer, Jumat (7/12/2018). Pemakaman terhadap Serka Chandra, juga dilakukan secara militer.Keluarga serta kerabat, terlihat berkumpul di sekitar masjid saat upacara pelepasan secara militer. Ratih, istri Serka Chandra terlihat terus menangis.

Berita Lainnya:
Kapendam II Sriwijaya Benarkan Serda Chandra Diduga Terlibat Penembakan di Prabumulih
Penembakan Tiga Warga, Diduga Soal Utang Piutang

Sambil dipapah anggota keluarganya, Ratih dibawa menuju ke dalam mobil jenazah yang akan membawa suaminya ke tempat peristirahatan terakhir.

Dengan pengawalan dari anggota Sub Denpom Prabumulih, mobil jenazah berangkat menuju ke TPU Taman Baka di Kelurahan Wonosari Kecamatan Prabumulih Utara Kota Prabumulih.

Dandim 0404-02 MPP, Letkol Inf Teadi Aulia menyebut anggotanya, Serka Candra Kurniwan mengalami Depresi sehingga terlibat kejadian itu.

"Anggota saya dengan Statusnya dia (Serka Kurniawan) dalam kondisi Depresi akhirnya terjadi kejadian tersebut, hasil akhirnya yang bersangkutan bunuh diri," ungkapnya saat ditemui kemarin.

Ia menyampaikan hal ini menunjukkan bahwa tentara juga manusia yang tentunya tidak luput dari tindakan salah. "Kalau masyarakat melihat tentara itu kuat, super, dengan kejadian ini kita semua bisa melihat tentara juga sama hanya manusia biasa," katanya , "Dan yakinlah ini, kejadian ini hanya oknum. Namun sebagian besar dari kami memiliki jiwa untuk negara dan masyarakat. Iihatlah ini hanyalah oknum," tegasnya.

Lanjutnya, melalui jajaran Kodim bertindak membantu seluruh korban mulai dari memasang tenda, bantu konsumsi, hingga pemakaman. Teadi menjelaskan latar belakang terjadi kejadian itu yakni adanya utang piutang diantara keempat orang ini. Mereka merupakan teman lama.

"Mereka semua berteman sudah lama, kemudian terjadilah peminjaman antar teman, lalu karena tidak ada kata sepakat. Kemudian yang bersangkutan (Serka Kurniawan) dalam kondisi yang tidak bagus," "Artinya muncullah tingkat depresinya itu, sampai tidak bisa mengatasi dirinya dan mengakibatkan seperti ini," katanya. "Jadi andaikata saya dan mas tidak kenal, dan saya utang piutang dengan mas, maka tidak mungkin seperti itu. Karena ini di lingkungan teman yang utang karena kepercayaan," "Mungkin ditagih tagih terus, ya biasalah kalau dengan teman teman ada kata kata bagaimana gitu, tentu teman akan sangat sakit hati," Ia juga menyebut hasil menyelidikan Denpom kejadian ini didasari hutang piutang antar teman diantara orang empat ini.

"Kalau yang utang itu, memang si pelaku (Serka kurniawan) ini yang utang. Ia sudah punya utang, kalau seberapa besarnya kami masih dalam penyelidikan," katanya.

Halaman
123
Penulis: Rangga Erfizal
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved