SFC Update

Angel Alfredo Vera Akui Tekanan Degradasi Lebih Berat

Pelatih Sriwijaya FC Angel Alfredo Vera mengakui, jika tekanan sebagai seorang pelatih Sriwijaya FC dalam situasi saat ini sangat berat

Angel Alfredo Vera Akui Tekanan Degradasi Lebih Berat
SRIPOKU.COM/DOKUMEN
Pelatih Sriwijaya FC, Angel Alfredo Vera. 

Laporan wartawan Sripoku.com , Resha

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pelatih Sriwijaya FC Angel Alfredo Vera mengakui, jika tekanan sebagai seorang pelatih Sriwijaya FC dalam situasi saat ini sangat berat.

Bahkan, lebih berat dari membawa tim ini untuk jadi juara.

Pasalnya, situasi saat ini begitu kritis. Laskar Wong Kito menduduki peringkat ke-16 klasemen sementara Liga 1 2018 dengan perolehan 16 poin.

Namun, mereka hanya menyisakan 1 laga lagi yakni menghadapi Arema FC di Stadion Kanjuruhan Malang, Minggu (9/12/2018).

Belum lagi kondisi terdesak, dimana tim papan bawah dari posisi 14 hingga 17 juga sama-sama mengoleksi 39 poin dan menyisakan satu laga pula.

Video Sriwijaya FC Belum Aman dari Degradasi,Ini Kata Pelatih Angel Alfredo Vera

Gelandang Serang Sriwijaya FC, Hambali Thalib, Ungkap Kepemimpinan Angel Alfredo Vera

Pelatih Sriwijaya FC Angel Alfredo Vera Mengakui Belum ‘Nyetel’ dengan Skuat Laskar Wong Kito

Kondisi ini sedikit berbeda dengan rekam jejaknya sebagai pelatih, 2 tahun belakangan. Pada musim 2016, ia berhasil membawa Persipura kampiun di kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) A.

Pun di musim 2017, ia berhasil pula membawa Persebaya runner up Liga 2 2017 dan mempromosikan Bajul Ijo ke Liga 1 2018 ini.

Tentunya melihat karir 2 musim belakangan, Alfredo memang terlatih untuk membuka peluang tim yang ditanganinya menjadi juara.

“Semua situasi beda. Tapi tekanan waktu pertandingan untuk juara sama pertandingan degradasi, sama ada tekanan. Mungkin sekarang lebih tekanan, karena tidak ada yang mau degradasi. Tapi mungkin hampir sama,” ujarnya Sabtu (8/12/2018).

Memang, kondisi Sriwijaya FC saat ini bukan kesalahan Alfredo semata. Ia baru saja bergabung di pekan ke-27 Liga 1 2018. Tentunya, dengan waktu sesingkat itu pelatih berdarah Argentina ini tak bisa langsung menaikkan performa tim secara drastis.

Namun, ia mengakui jika sejak memegang tim, performa Hyunkoo dan kolega mengalami progress yang signifikan. Dan di penghujung kompetisi ini, Alfredo akhirnya menghadapi tekanan cukup berat karena dihadang kondisi yang cukup pelik.

“Pertandingan untuk juara dan degradasi sama ketat. Mungkin sekarang lebih berat karena tidak ada yang mau degradasi. (Apalagi tim papan bawah) yang memiliki poin sama,” jelasnya.

Penulis: RM. Resha A.U
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved