Quantum Ikhlas

Seorang muslim yang beruntung dalam perspektif agama adalah orang yang meningkat kualitas dan nilai keshalihannya.

Quantum Ikhlas
ist
H. John Supriyanto, MA 

Quantum Ikhlas
Oleh : H. John Supriyanto, MA
Penulis adalah dosen Ilmu Al Qur'an dan Tafsir UIN Raden Fatah dan Sekolah Tinggi Ilmu Al Qur'an Al-Lathifiyyah Palembang
Seorang muslim yang beruntung dalam perspektif agama adalah orang yang seiring perjalanan waktu semakin meningkat kualitas dan nilai keshalihannya.

Acuan paling kuat yang dapat digunakan untuk melihat apakah kualitas keshalihan itu semakin baik atau justru konstan, dua ukurannya.

Pertama, ukuran individu yang bersifat personal dalam lubuk bathin yang diwujudkan dalam bentuk pelaksanaan ibadah ritual, disebut dengan keshalihan individu atau kesahalihan ritual; dan yang kedua, berupa resonansi ibadah ritual dan keyakinan keberagamaan di tengah masyarakat yang biasa disebut dengan keshalihan sosial.

Tidak ada artinya keshalihan individu tanpa dibarengi dengan kesholihan sosial.

wanita berdoa
wanita berdoa (IST)

Sama halnya juga, tidak bernilai keshalihan sosial, jika tidak berakar dari lubuk jiwa yang paling ikhlas.

Sebab, ikhlas adalah maqam kualitas jiwa tertinggi yang mampu mengantarkan seseorang pada tingkat keshalihan paling berkualitas dan bernilai di sisi Allah SWT.

Dalam sebuah hadits yang bersumber dari Anas ibn Malik ra. dan diriwayatkan oleh Imam At-Tirmizi, diilustrasikan dengan jelas bahwa sikap ikhlas adalah sebuah kekuatan yang tak terbatas, bah-
kan melampui kekuatan segala unsur alam semesta.

Uraian hadits tersebut dimulai, ketika Allah SWT mendeklarasikan rencana-Nya untuk menciptakan pendatang baru di bumi yang bernama manusia (Qs. Al-Baqarah : 30), para malaikat bertanya "Ya Allah, bagaimana mungkin Engkau akan menempatkan manusia yang lemah itu di atas permukaan bumi dengan goncangannya yang sangat kuat?".

Pada awal penciptaan alam semesta, -dalam sejarahnya- bahwa bola bumi ini masih bergoncang sangat dahsyat, ribuan skala rechter.

Bukankah hanya dengan guncangan gempa 9,2 skala rechter, bumi aceh telah hancur luluh, berantakan, semua bangunan yang ada menjadi rata dengan tanah, tidak kurang dari 280.000 orang dari 14 negara menjadi korban akibat gempa tersebut.

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved