Berita OKUT

Camat Belitang Periksa Panti Pijat, Pekerja Tak Miliki Surat Izin

Untuk mengantisipasi terjadinya praktek prostitusi berkedok panti pijat di wilayah Belitang, Kabupaten OKU Timur, Camat Belitang bersama Satpol PP dan

Camat Belitang Periksa Panti Pijat, Pekerja Tak Miliki Surat Izin
SRIPOKU.COM/Evan Hendra
Pemerintah kecamatan data panti pijat urut tradisional di wilayah Kecamatan Belitang. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Evan Hendra

SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Untuk mengantisipasi terjadinya praktek prostitusi berkedok panti pijat di wilayah Belitang, Kabupaten OKU Timur, Camat Belitang bersama Satpol PP dan jajaran melakukan pemeriksaan dan pendataan sejumlah panti pijat dan tukang urut yang ada.

Dari hasil panariksaan, sebanyak tiga lokasi panti pijat di data dengan jumlah tukang urut sebanyak 14 orang. Namun dari hasil pemeriksaan, tidak ada surat keterangan tukang urut dari masing-masing pegawai tukang urut tersebut.

"Dari 14 pegawai panti pijat tersebut satu orang pun tidak ada yang memiliki surat keterangan sebagai seorang tukang urut. Seharusnya kalau tukang urut itu pakaianya rapi dan sopan," ungkap Camat Belitang Agustoni usai melakukan pendataan di panti pijat di wilayah Kecamatan Belitang Kamis (6/12/2018).

Bupati OKU dan Uskup Agung Resmikan RS Santo Antonio Baturaja

Tolak Rujuk, Wanita di Palembang Ini Diancam Mantan Suaminya Pakai Pistol

Agus menjelaskan adapun tiga nama panti pijat yang diperiksa masing-masing, panti pijat tradisional mbak Ani, panti pijat tradisional Mbak Iis dan Panti pijat tradisional Bunda Elisa. Semua panti pijat tersebut menawarkan pemijatan, yang dapat menghilangkan capek dan masuk angin.

"Kita selaku pemerintah kecamatan mengarapkan, agar jangan sampai ada praktek prostitusi berkedok panti pijat. Kalau sampai ada panti pijat yang menyediakan pijat plus-plus, maka akan kita tutup secara paksa," jelasnya.

Tndakan yang dilakukan tersebut kata dia, sesuai dengan perintah Bupati dan Wakil Bupati OKU Timur, dengan tujuan memberantas penyakit masyarakat.

"Kita akan terus melakukan pemeriksaan dan pengawasan terhadap lokasi yang berpotensi sebagai tempat maksiat karena kita sangat mengharapkan wilayah kecamatan Belitang aman dan nyaman," terangnya.

====

Penulis: Evan Hendra
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved