Berita Palembang

Sempat Jadi Primadona, Penggunaan Transportasi Air di Palembang Terus Menurun

"Penyusutannya mencapai 5 persen. Ini yang terdata di kami tapi ada juga yang terdata di kabupaten/kota lainnya di Sumsel,

Sempat Jadi Primadona, Penggunaan Transportasi Air di Palembang Terus Menurun
Dok. SRIPOKU.COM
Kondisi pelabuhan boom baru Palembang, diprediksi akan mencapai puncak arus mudik pada tanggal 10 hingga 13 Juni, Sabtu (9/6/2018). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria Saputra

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Transportasi air dahulu kala sempat menjadi primadona di Kota Palembang.

Betapa tidak, transportasi air menjadi alternatif untuk menyebrangi dua daerah dari Seberang Ilir ke Seberang Ulu begitupun sebaliknya oleh masyarakat. 

Namun seiring dengan perkembangan zaman transportasi air di Palembang ini tak begitu digemari lagi sehingga penggunaannya terus berkurang. 

Kepala Bidang Hubungan Laut, Angkutan Sungai dan Penyebrangan (ASDP) Dishub Palembang, Syarifuddin mengatakan berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) Palembang penyusutan yakni sekitar 3 hingga 5 persen.

Atasi Masalah Banjir di Palembang, Pemkot Siap Terapkan I Go Green, Sulap Sampah Jadi Ekonomis

Jadwal Pertandingan Pekan 15 Liga Spanyol 2018 (LaLiga), Ini Lawan Barcelona dan Real Madrid

Jadwal Pertandingan Pekan 15 Liga Italia Serie A 2018, Juventus vs Inter Milan, Cagliari vs AS Roma

Berdasarkan data yang tercatat di Dishub Palembang total transportasi air yakni sekitar 500 kapal.

Dengan rincian, getek dalam kota untuk menyebrang yakni sekitar 200 hingga 250 kapal.

Kemudian, Jukung untuk menyeberang dari kota ke kabupaten yakni sebanyak 80 hingga 100 kapal. 

Sedangkan, speedboat yakni mencapai 150 kapal.

Sampai Tak Dikenali Karyawan, Lihat Gaya Nia Ramadhani Saat Syuting di Depan Kantor Keluarga Bakrie

Video Penertiban Reklame Oleh Pemkot Palembang dan KPK, Jalan POM IX Palembang Ditutup Sementara

Ketua Separatis TPNPB Buka Suara, Telah Lama Pantau Para Pekerja sebelum Serangan di Papua Terjadi

"Penyusutannya mencapai 5 persen. Ini yang terdata di kami tapi ada juga yang terdata di kabupaten/kota lainnya di Sumsel," katanya,  Kamis (6/12/2018).

Ia mengaku, hal ini dikarenakan kondisi kapal, serta banyaknya jalan yang dibangun sehingga banyak masyarakat pun lebih memilih menggunakan akses darat dibandingkan Sungai.

Meskipun demikian  tak sedikit masyarakat tetap menggunakan transportasi air.

Target Pasang 400 Tapping Box, Pemkot Palembang Terima Saran KPK

BERITA FOTO - Aktifitas Pekerja yang Membongkar Kerangka Kontruksi Reklame Penunggak Pajak

Dikabarkan Dipanggil Komdis PSSI, Manajemen Sriwijaya FC Jamin Yuu Hyun Koo Bersikap Kooperatif

"Kalau dulu kan tidak ada jalur darat jadi mayoritas menggunakan jalur air. Kalau sekarang ini terbagi ada lewat darat ada juga lewat laut, hal itulah yang menyebabkan pengunaannya berkurangnya," jelas Syarifudin.

Ia menambahkan,  kondisi cuaca yang ekstrim saat ini pihaknya mengimbau agar setiap transportasi air di Sungai Musi terus waspada dan hindari berlayar dimalam hari.

"Sekarang cuaca sedang ekstrim, kami mengimbau untuk melengkapi alat keselamatan seperti jaket pelampung, sirine, racun api, dan lain sebagainya," harapnya. 

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved