Pembantaian Pekerja di Papua

KKB Berondong Heli TNI, Peluru Tembus Baling-baling

Kontak senjata terjadi antara aparat keamanan gabungan TNI dan Polri dengan KKB Papua. KKB menembak sebuah helikopter milik TNI yang saat kejadian

SRIPOKU.COM , PAPUA - Kontak senjata terjadi antara aparat keamanan gabungan TNI dan Polri dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua. KKB menembak sebuah helikopter milik TNI yang saat kejadian sedang melakukan evakuasi jenazah Serda Handoko yang tewas ditembak di sebuah pos jaga TNI beberapa waktu lalu.

Berita Lainnya:

Deretan Aksi Egianus Kogoya Pemimpin KKB Papua, Tembaki Pesawat Hingga Bantai 31 Pekerja

Cerita Jimmi Pekerja di Papua Selamat Karena Pura-pura Mati dari Pembantaian KKB di Nduga Papua

Baling-baling helikopter terkena tembakan saat diserang oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB). Namun evakuasi jenazah Serda Handoko yang diback up dari tim Nanggala berhasil dilakukan. Kini jenazah Serda Handoko telah dievakuasi dari Distrik Mbua ke Kenyam, ibu kota Kabupaten Nduga, untuk selanjutnya diterbangkan ke Timika, Kabupaten Mimika.

Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin Siregar menjelaskan, sekitar pukul 10.00 WIT, tiga unit helikopter dengan tim Naggala berangkat dari Kabupaten Mimika menuju ke Puncak Kabo, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga yang merupakan lokasi pembantaian pegawai PT Istaka Karya.

Kapolda menjelaskan, saat tim berada di lokasi Puncak Kabo, helikopter mendapat tembakan dari arah puncak, sehingga tim Nanggala melakukan tembakan balasan. “Karena ada tembakan dari arah Puncak Kabo, maka Tim Nanggala melakukan tembakan balasan dari helikopter. Ada satu helikopter jenis Bell yang baling-balingnya terkena tembakan dari kelompok KKB,” ungkapnya ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya.

Lantaran bahan bakar minyak (BBM) habis, ungkap Kapolda, akhirnya helikopter melakukan refueling (pengisian BBM) sekaligus evakuasi jenazah anggota Pos TNI Mbua, Serda Handoko. “Jadi jenazah sudah dievakuasi ke Kenyam selanjutnya akan dibawa ke Timika, Kabupaten Timika,” terangnya.

Diketahui, Serda Handoko adalah prajurit yang bertugas di Pos TNI Mbua. Dia gugur saat pos tempatnya bertugas diserang kelompok separatis. Posnya diserang karena menjadi tempat persembunyian empat orang karyawan PT Istaka Karya yang berhasil melarikan diri dari Kali Yigi, Distrik Yigi, tempat pembantaian pekerja pembangunan jembatan.

Keempat karyawan itu berjalan kaki ke Mbua selama 2 jam. Kini keempat korban selamat itu berhasil dievakuasi bersama 8 warga sipil di Mbua. Tiga orang karyawan PT Istaka Karya itu mengakami luka tembak saat Pos TNI diserang kelompok separatis.

Kena Tembak
Kontak senjata juga terjadi saat Tim Belukar dari aparat penegak hukum gabungan TNI dan Polri sedang mengevakuasi karyawan PT Istaka Karya yang dikabarkan dibunuh kelompok Separatis di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabuapten Nduga, Papua. Satu anggota Tim Belukar dikabarkan terkena tembakan. Belum diketahui kondisi korban saat ini. Korban saat ini telah dievakuasi ke Pos TNI Mbua dari Puncak Kabo, Distrik Yigi.

Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin Siregar membenarkan satu anggota Tim Belukar telah sampai ke Puncak Kabo, lokasi para pekerja dikabarkan dibunuh oleh kelompok KKB. “Sesampainya di Puncak Kabo, tim yang terdiri anggota TNI dan Polri mendapat perlawanan dari kelompok KKB,” ujar Kapolda melalui pesan singkat telepon selulernya.

Halaman
123
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved