Jemaah Keluhkan Wudhu di Masjid Kiai Muara Ogan Bercampur Eceng Gondok

mengingat sejarah panjang Masjid yang di tingggalkan KH Masagus Abdul Hamid atau yang dikenal masyarakat Ki Marogan

Jemaah Keluhkan Wudhu di Masjid Kiai Muara Ogan Bercampur Eceng Gondok
SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Tumpukan eceng gondok bercampur sampai yang memenuhi pelabuhan Masjid Kiai Muara Ogan di wilayah Kecamatan Kertapati Palembang, Kamis (6/12/2018). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Reigan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Permasalahan klasik seperti sampah serta eceng gondok nampaknya memang menjadi problem tersendiri ditengah masyarakat Kota Palembang.

Sejatinya menjadi tempat ibadah dan wisata yang bisa menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara, seperti Masjid Kiai Muara Ogan berlokasi tepat di belakang Stasiun Kertapati Palembang Kecamatan Kertapati Palembang, kini dipenuhi dengan sampah dan eceng gondok baik di darat maupun di dermaga perairan Sungai Musi.

Pantauan Sripoku.com, Kamis (6/12/2018), salah satu tempat ibadah tersohor di Kota Palembang ini dipenuhi eceng gondok, apalagi keadaan debit air yang kini sedang pasang.

Sehingga sampah di aliran Sungai Musi memenuhi kawasan dermaga pelabuhan getek di daerah tersebut.

Kondisi ini tentu menjadi pemandangan yang tidak enak untuk dilihat mata, mengingat sejarah panjang Masjid yang di tingggalkan KH Masagus Abdul Hamid atau yang dikenal masyarakat Ki Marogan yang berusia ratusan tahun tersebut.

"Tentu eceng gondok dan sampah ini sangat mengganggu bagi kami jemaah Masjid yabg hendak beribadah serta ziarah ke makam Ki Marogan ini," ungkap Ermini seorang jemaah di jumpai Sripoku.com, Kamis (6/12/2018).

Menurutnya, kedepan lokasi wisata religi di pinggiran sungai ini akan banyak dinikmati wisatawan, mengingat masa liburan tidak lama lagi, seperti libur tahun baru.

"Kalau terus-terusan seperti ini, kita bisa malu kalau ada wisatawan yang berkunjung lantaran aroma tak sedap yang ditimbulkan serta jelas tidak enak dipandang mata. Apalagi tradisinya, lebih afdol kalau mengambil air wudhu langsung menggunakan air Sungai Musi apabila ingin salat di Masjid Kiai Muara Ogan ini, meski telah disediakan tempat khusus," jelasnya.

Lambat Diangkut Petugas DKK Tumpukan Sampah Menggunung di Jalan Ki Merogan

Warga Berziarah ke Makam Ki Merogan

Ahli Waris Ki Merogan Deadline Pemkot 10 Hari

Sementara, pengurus Masjid Ki Marogan, Ismail sekaligus Piyut atau keturunan ke 5 dari Ki Marogan menuturkan, bahwa pihaknya rutin membersihkan sampah baik di darat maupun di periran yang dipenuhi eceng gondok.

"Kalau di darat kita banyak menyediakan bak sampah di sekitaran Masjid, sedangkan untuk di perairan sendiri tidak begitu rutin lantaran masih menggunakan alat yang manual," jelas dia.

Sementara itu, Camat Kertapati Palembang, Dwi Yudiansyah berkata, bahwa khusus untuk pembersihan wilayah Masjid Kiai Muara Ogan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak kelurahan serta masyarakat sekitar guna mensterilkan masakah sampai serta eceng gondok tersebut.

"Kita akan kerahkan pasukan guna membersihkan wilayah sekitaran Masjid Kiai Muara Ogan demi kenyamanan jemaah serta wisatawan yabg hendak beribaha di Masjid yang penuh sejarah ini. Mengingat tidak lami akan digelar haul Kiai Ki Marogan," jelasnya.

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved