Berita Palembang

Sahilin, Sang Legenda Musik Batanghari Sembilan yang Tetap Eksis di Zaman Milenial

Sosok pria berkacamata hitam yang membawakan lagu dengan alat musik gitar, dan melegenda di Sumatera Selatan dengan tembang musik batanghari sembilan.

Sahilin, Sang Legenda Musik Batanghari Sembilan yang Tetap Eksis di Zaman Milenial
SRIPOKU.COM/WAHYU KURNIAWAN
Sahilin bersama Siti Rhomah saat menyanyikan tembang batanghari sembilan dan menghibur penonton yang hadir, Rabu (5/12). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Wahyu Kurniawan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG — “Jangan ase lah bujang buntu, buntu diluar berisi didalam,” Sepenggal lirik lagu yang berjudul bijang buntu sontak membuat para penonton tertawa.

Penembang batanghari sembilan ini tetap eksis di zaman milenial saat ini. Jenis musik dan lirik lagunya tetap mampu menghibur penontonya.

Sosok pria berkacamata hitam yang membawakan lagu dengan alat musik gitar, dan melegenda di Sumatera Selatan dengan tembang musik batanghari sembilan. 

Sahilin, sang legenda musik batanghari sembilan itu kini menghibur masyarakat Palembang dengan alunan musik miliknya di Gedung Academic Center Universitas Islam Negeri Palembang, Rabu (5/12).

Data BPS: Tingkat Konsumsi Rokok Keluarga Miskin Lebih Tinggi Dibandingkan Pemenuhan Gizi

Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir akan Lelang Lebak Lebung Sumber Daya Perikanan Air Tawar

Datsun Go Live Special Version Telah Tersedia di Seluruh Dealer Datsun Harganya Rp 134 Juta

Pria berusia 60 tahun itu tidak sendirian tetapi ia ditemani bersama sang rekan yaitu Siti Rohmah.

Diantara banyaknya seniman pelantun Batanghari Sembilan, nama Sahilin tetaplah menjadi maskot.

Dengan lantunan dan lirik lagu yang jenaka memang menghibur para penonton yang hadir. 

Pria kelahiran 1948 Dusun Benawe, Kecamatan Tanjung Lubuk, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) ini memang sudah menjadi legenda hidup musik batanghari sembilan, beberapa tahun terakhir lagu-lagu hitsnya menjadi populer di semua kalangan masyarakat. 

Rumah Panggung Dua KK di Ujan Mas Muaraenim Terbakar Berikut Uang Tunai Rp 34 Juta

Somasi Tak Diindahkan, Pengadilan Agama Palembang Sita Eksekusi Tanah dan Bangunan Hotel

Pembangunan Pasar Baru Pangkalan Balai Banyuasin Senilai Rp 5,3 Miliar Terancam tajk Sesuai Target

Pria yang lagunya populer itu memang piawai membawakan pantun atau syairnya yang lucu tentang keseharian muda-mudi atau orang yang sedang jatuh cinta, seperti lagu Buruk Tegantung yang populer belakangan ini.

Halaman
12
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved